Penjaga Sekolah di SDN I Sentral Warungkiara yang Tergantung Ternyata Satu Kecamatan Dengan Artis Mulan Jameela

Penjaga SDN 1 Sentral Warungkiara ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung di area sekolah. Polisi masih menyelidiki penyebab kejadian tersebut.
Ilustrasi korban gantung diri (ist)

BERITAUSUKABUMI.COM-Seorang pria berinisial D (48) yang sehari-hari bertugas sebagai penjaga SDN 1 Sentral Warungkiara ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung di lingkungan sekolah, Kampung Cikoneng, Desa Ubrug, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, Minggu (1/2/2026) sekitar pukul 13.00 WIB.

Korban diketahui berinisial D (48). Berdasarkan informasi yang dihimpun, almarhum merupakan penjaga sekolah SDN 1 Sentral Warungkiara dan telah lama beraktivitas di lingkungan pendidikan tersebut. Penemuan jasad korban terjadi sekitar pukul 13.00 WIB dan langsung menyita perhatian warga sekitar.

Identitas kependudukan korban tercatat sebagai warga Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, daerah yang juga dikenal sebagai kampung halaman artis Mulan Jameela, istri musisi Dewa 19, Ahmad Dhani.

Bacaan Lainnya

Sebagaimana diketahui, Mulan Jameela yang nama lahir adalah Raden Wulansari, lahir 23 Agustus 1979 di Kecamatan Malangbong, Garut.

Mulan Jameela adalah penyanyi, aktris, dan politikus Indonesia yang dikenal sebagai mantan vokalis Duo Ratu dan kini anggota DPR RI dari Partai Gerindra,

Ia menikah dengan Ahmad Dhani, dan memiliki beberapa anak dari pernikahan sebelumnya serta dengan Dhani. Ia memulai karir sebagai penyanyi kafe, terkenal bersama Ratu, lalu sukses solo dengan hits seperti “Makhluk Tuhan Paling Seksi”, serta terjun ke dunia politik sejak 2019.

Kapolsek Warungkiara, AKP Panji Setiaji, mengungkapkan bahwa peristiwa tersebut pertama kali diketahui setelah adanya laporan dari seorang pengendara sepeda motor yang melintas di sekitar lokasi sekolah.

“Pengendara tersebut melihat adanya sosok mencurigakan di bagian belakang sekolah, lalu menyampaikan informasi itu kepada warga,” kata AKP Panji saat dikonfirmasi, Minggu (1/2/2026).

Mendapat laporan tersebut, warga kemudian mendatangi lokasi untuk memastikan kondisi yang dimaksud. Setelah dilakukan pengecekan, korban ditemukan dalam keadaan sudah tidak bernyawa dengan posisi tergantung.

Jasad korban selanjutnya dievakuasi ke Puskesmas Warungkiara untuk keperluan pemeriksaan medis. Sementara itu, tim Inafis melakukan olah TKP guna mengumpulkan bukti-bukti yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.

“Hingga saat ini, motif kejadian masih dalam penyelidikan. Penanganan perkara telah dilimpahkan ke Reskrim Polres Sukabumi untuk pendalaman lebih lanjut,” pungkas AKP Panji.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *