BERITAUSUKABUMI.COM-Kabar gembira datang bagi warga di wilayah Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi. Setelah hampir satu tahun mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat jebolnya Bendungan Leuwi Bangga di Kampung Kebon Kai, Desa Ciheulang Tonggoh, kini masyarakat di tiga desa — Karangtengah, Balekambang, dan Ciheulang — akhirnya dapat kembali menikmati pasokan air bersih yang lancar.
Kerusakan bendungan yang terjadi tahun lalu sempat memicu krisis air parah di wilayah tersebut. Tak hanya warga kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan rumah tangga, tetapi juga para petani mengalami hambatan besar dalam mengairi lahan pertaniannya.
Selama masa perbaikan, warga harus mengandalkan sumber air alternatif seperti sumur bor dan pasokan air tangki dari pemerintah daerah.
Kini, setelah proses rehabilitasi rampung, Bendungan Leuwi Bangga kembali berfungsi optimal. Proyek perbaikan ini dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) dengan dukungan teknis dari berbagai pihak.
Kepala Dinas PU Kabupaten Sukabumi, Uus Pirdaus, mengatakan bahwa penyelesaian bendungan ini menjadi salah satu prioritas utama karena dampaknya langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
“Bendungan Leuwi Bangga memiliki peran vital, bukan hanya untuk penyediaan air bersih tetapi juga untuk sistem irigasi pertanian di tiga desa. Dengan selesainya perbaikan ini, kami berharap masyarakat tidak lagi mengalami krisis air, terutama saat musim kemarau,” ujar Uus.
Selain memperbaiki struktur bendungan yang rusak, Dinas PU juga melakukan penguatan tebing saluran irigasi dan pembersihan sedimentasi untuk memastikan aliran air lebih lancar. Dengan begitu, air yang mengalir ke lahan pertanian di kawasan bawah dapat tersalurkan secara merata.
Sementara itu, warga setempat menyambut gembira selesainya perbaikan ini. Yayan (47), warga Desa Karangtengah, mengungkapkan rasa syukurnya karena kini air kembali mengalir ke rumahnya.
“Selama hampir setahun kami harus menampung air dari mobil tangki. Sekarang alhamdulillah, air sudah lancar lagi. Petani juga bisa kembali menggarap sawah tanpa khawatir kekeringan,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Sukabumi juga berencana melakukan pemantauan rutin terhadap kondisi bendungan untuk mencegah kerusakan serupa di masa depan. Langkah ini diharapkan menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam memperkuat ketahanan air dan infrastruktur daerah.
Dengan berfungsinya kembali Bendungan Leuwi Bangga, bukan hanya kebutuhan air bersih masyarakat yang terpenuhi, tetapi juga produktivitas sektor pertanian di wilayah Cibadak dipastikan akan meningkat.





