KNPI Kabupaten Sukabumi dan Tantangan Kepemudaan

Wahyu Ginanjar Founder Teras Literasi

BERITAUSUKABUMI.COM-Pemuda merupakan aktor penting dalam peta pembangunan bangsa. Pemuda bukan sekadar pelengkap demografi, tetapi penentu arah sejarah.

Di Kabupaten Sukabumi, dengan populasi pemuda yang besar dan potensi wilayah yang luar biasa, peran organisasi kepemudaan seperti DPD KNPI seharusnya menjadi poros penggerak perubahan sosial, ekonomi, dan budaya. Sayangnya, realitas hari ini berbicara lain.

Jelang pemilihan Ketua DPD KNPI Kabupaten Sukabumi yang dijadwalkan pada akhir Mei 2025, suasana di kalangan pemuda umumnya di masyarakat luas, lebih mencerminkan stagnasi narasi terhadap masa depan kepemudaan daerah Kabupaten Sukabumi. Kontestasi yang terjadi lebih bersifat administratif daripada substansial.

Tidak ada diskusi publik yang kuat, tidak tampak adanya peta jalan programatik, dan minim gagasan besar tentang masa depan pemuda Kabupaten Sukabumi.

Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka KNPI dikhawatirkan hanya akan menjadi lembaga pelengkap seremonial, kehilangan fungsi strategisnya sebagai lokomotif gerakan pemuda.

Minimnya Peran Strategis DPD KNPI Kabupaten Sukabumi

Dalam beberapa tahun terakhir, peran DPD KNPI Kabupaten Sukabumi nyaris tidak terlihat dalam isu-isu pembangunan daerah.

Ketika Kabupaten Sukabumi menghadapi tantangan pengangguran pemuda, minimnya akses terhadap pelatihan kerja berbasis digital, hingga rendahnya partisipasi pemuda dalam pembangunan desa, suara KNPI seolah tenggelam.

Padahal, ruang intervensi terbuka lebar melalui berbagai program prioritas yang dicanangkan oleh Pemerintah Kabupaten Sukabumi.

Salah satu contoh dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2021–2026, Bupati Sukabumi H. Asep Japar mencanangkan visi “Sukabumi Mubarakah” sebuah arah pembangunan yang religius, produktif, dan berdaya saing.

Dua dari 11 program prioritasnya sangat relevan dengan kepemudaan, yakni “Pemuda Berkarya, Sukabumi Berdaya” dan “Generasi Mencrang”.

Namun, hingga hari ini belum tampak bagaimana KNPI hadir sebagai mitra kritis maupun kolaboratif dalam mewujudkan program-program tersebut.

KNPI Harus Menjawab Tantangan Zaman

Di tengah percepatan perubahan sosial, digitalisasi, serta disrupsi ekonomi pasca-pandemi, pemuda menghadapi tantangan baru yang kompleks: dari krisis identitas, keresahan ekonomi, hingga keterputusan akses terhadap kebijakan publik.

Untuk menjawab itu semua, KNPI tidak boleh lagi berpuas diri sebagai wadah silaturahmi antar-OKP semata. KNPI harus naik kelas menjadi pusat konsolidasi ide, rumah kaderisasi strategis, dan penggerak program-program pembangunan berbasis pemuda.

Untuk itu, ada beberapa langkah penting yang perlu menjadi prioritas pasca pemilihan Ketua DPD KNPI mendatang:

1. Merancang Grand Design Kepemudaan Daerah

KNPI harus mampu menyusun peta jalan pembangunan pemuda Sukabumi lima tahun ke depan, yang selaras dengan RPJMD dan kebutuhan nyata di lapangan. Ini mencakup aspek ekonomi kreatif, kewirausahaan muda, pendidikan non-formal, dan penguatan organisasi komunitas.

2. Menghidupkan Tradisi Intelektual dan Advokasi

Pemuda butuh ruang untuk berpikir, berdiskusi, dan mengadvokasi isu. KNPI dapat menjadi platform kajian kebijakan publik, riset sosial, dan forum warga muda untuk menyalurkan gagasan serta kritik yang konstruktif terhadap pemerintah daerah.

3. Membangun Kemitraan Strategis

KNPI perlu menjalin sinergi tidak hanya dengan Pemkab Sukabumi, tetapi juga dengan dunia usaha, lembaga pendidikan, media lokal, dan organisasi masyarakat sipil. Kemitraan ini akan memperkuat daya dukung terhadap program pemuda yang berkelanjutan.

4. Menanamkan Etika Kepemimpinan Progresif

Pemimpin KNPI ke depan harus memiliki integritas, kapasitas intelektual, dan keberanian mengambil posisi strategis. Pemuda butuh pemimpin yang tidak hanya hadir di baliho dan seremoni, tetapi juga turun ke desa, masuk ke ruang dialog, dan memimpin perubahan dari bawah.

Harapan Baru untuk KNPI Sukabumi

Pemilihan Ketua DPD KNPI Kabupaten Sukabumi di akhir Mei nanti adalah momentum penting. Bukan sekadar memilih nama atau wajah baru, tetapi menentukan arah baru bagi gerakan kepemudaan Sukabumi.

Jika pemuda bersatu dalam visi besar, jika KNPI mampu mengambil posisi sebagai jembatan antara rakyat dan negara, maka masa depan Kabupaten Sukabumi akan jauh lebih cerah.

Kita tidak kekurangan pemuda cerdas. Kita hanya kekurangan ruang dan arah yang jelas untuk mengonsolidasikan energi mereka.

Sudah waktunya KNPI Sukabumi keluar dari zona nyaman, berani memimpin narasi, dan menjadi mitra sejati dalam membangun Kabupaten Sukabumi yang adil, progresif, dan memberdayakan semua.

Oleh : Wahyu Ginanjar
Founder Teras Literasi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *