Rina Ditemukan Selamat Setelah Dua Minggu Menghilang di Laut Ujunggenteng

Pencarian Rina nelayan perempuan yang menghilang dua minggu yang kini akhirnya ditemukan (rudiimelda)

BERITAUSUKABUMI.COM-Seorang nelayan perempuan berusia 34 tahun, bernama Rina, warga Kampung Kalapa Condong, Desa Ujunggenteng, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat setelah dilaporkan hilang terseret ombak saat sedang mencari ikan di perairan Ujunggenteng pada Kamis malam, 10 April 2025.

Kejadian ini sempat menggemparkan warga setempat dan menimbulkan kekhawatiran, namun akhir dari cerita ini membawa keajaiban.

Rina dilaporkan hilang setelah terakhir terlihat sedang melakukan aktivitas menangkap ikan di sekitar pinggir karang pada pukul 20.00 WIB.

Bacaan Lainnya

Namun, sejak malam itu, Rina tak kunjung kembali ke rumahnya. Pada Sabtu, 12 April 2025, dua hari setelah kejadian, laporan tentang hilangnya Rina diterima oleh aparat.

Ketua Rukun Nelayan Ujunggenteng, Asep Sudiana (Asep JK), segera melaporkan kejadian tersebut kepada Danpos Polairud Ujunggenteng, Aipda Ismayudi, yang kemudian diteruskan kepada pihak berwenang di Sukabumi.

Kasat Pol Airud AKP Nandang Herawan, disampaikan bahwa Rina mengenakan sweater biru, kaos merah, celana training cokelat, dan kerudung cokelat saat terakhir terlihat.

Meski pencarian dilakukan secara intensif, baik dengan menyusuri garis pantai maupun menggunakan drone, hasilnya nihil. Warga dan aparat gabungan pun pasrah menunggu kabar selanjutnya.

Namun, setelah dua minggu penuh harapan yang menggantung, keajaiban datang juga. Rina ditemukan dalam keadaan lemah oleh seorang nelayan di perairan Cilacap, Jawa Tengah, pada 29 April 2025, tepatnya dua minggu setelah hilangnya.

Tubuhnya dipenuhi luka-luka di kaki dan tangan akibat perjalanan panjang yang penuh perjuangan. Tanpa identitas, Rina berhasil bertahan hidup berkat lima butir permen dan air putih yang dibawanya sejak awal.

Dalam keadaan hampir putus asa, Rina mengaku tak tahu sudah berada di mana dan merasa ombak besar terus menghantam tubuhnya. Ia bahkan sempat berpikir bahwa ia sudah tak akan selamat.

“Saya nggak sadar sudah sampai mana, hanya berpegangan pada tutup fiber, ombak besar terus menghantam. Saya pikir sudah tak selamat,” ujar Rina, dengan suara lemah saat tiba di rumahnya pada 29 April 2025 sekitar pukul 14.00 WIB.

Rina akhirnya diselamatkan oleh seorang warga Cilacap yang menemukan dirinya terdampar. Warga tersebut segera menghubungi pihak berwenang, yang kemudian mengatur pemulangan Rina ke kampung halamannya di Ciracap, Sukabumi. Tiga pria yang mengenakan pakaian mirip polisi pun menjemputnya dan mengantar Rina kembali ke rumah.

“Saya bersyukur bisa pulang. Saya nggak tahu siapa yang bantu, tapi mereka sangat baik,” tambah Rina, dengan air mata haru.

Ketua Rukun Nelayan Ujunggenteng, Asep JK, mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas keselamatan Rina. “Kami sudah menyisir perairan, melaporkan ke berbagai pihak, dan mengerahkan segala upaya untuk mencarikannya. Alhamdulillah, ini benar-benar sebuah mukjizat,” ujar Asep.

Kisah Rina yang penuh drama ini menjadi pelajaran berharga, terutama bagi nelayan lokal mengenai pentingnya keselamatan saat melaut.

Kini, Rina sedang menjalani pemulihan di rumahnya bersama keluarga tercinta, yang tak henti-hentinya bersyukur atas kembalinya sang ibu rumah tangga ini. Sebuah kisah penuh ketegangan yang berakhir dengan harapan, dan menjadi pengingat bahwa keajaiban sering datang ketika kita hampir menyerah.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *