BERITAUSUKABUMI.COM-Dengan kartu Kartu Pelaku Usaha Bidang kelautan dan Perikanan atau KUSUKA, nelayan di Palabuhanratu dan sekitarnya kini akan mudah memperoleh pasokan BBM.
Ini setelah Bupati Sukabumi Marwan Hamami mengikuti rapat koordinasi (rakor) Kantor Staf Presiden bersama kementerian/lembaga, di Batam Kepulauan Riau pada Jumat 24 Juni 2022.
Salah satu agenda rakor diantaranya membahas isu strategis mengenai penyaluran BBM bersubsidi untuk nelayan kecil. Penyaluran BBM bersubsidi untuk nelayan kecil merupakan tindak lanjut amanah Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas (Ratas) pada 17 April 2020.
Pada rakor Marwan Hamami juga melakukan penandatanganan Nota Kesepakatan antara Kementerian ESDM, BPH Migas, Pertamina, dan enam Pemerintah Daerah, yakni Kepulauan Riau, Medan, Kabupaten Sukabumi, Cilacap, Bitung dan Maluku Tengah, terkait penyederhanaan prosedur penyaluran BBM bersubsidi untuk nelayan, termasuk optimalisasi Kartu Pelaku Usaha Bidang kelautan dan Perikanan atau KUSUKA sebagai basis data tunggal bagi nelayan.
LIHAT JUGA
- Badri Suhendi : Sempat Mandeg Dua Tahun, Syukuran Hari Nelayan Palabuhanratu ke-62 2022 Penuh Makna
- Rebutan Proyek Solar, Buka Bersama di Cikembar Ricuh
- GTRA Sukabumi Tidak Libatkan Unsur Masyarakat Petani
“Karena itu saya meminta BPH Migas untuk menambah kuota BBM bagi nelayan, karena substansi MoU bersama KSP ini mempermudah nelayan mendapatkan BBM bersubsidi.
Mengenai fasilitasi kemudahan BBM bagi nelayan, Marwan Hamami menyebutkan, Pemkab Sukabumi sudah menginisiasi jauh sebelumnya. Karena itu MoU penyederhanaan prosedur penyaluran BBM bersubsidi untuk nelayan akan memperkuat kebijakan Pemda Sukabumi dalam pemberdayaan nelayan kecil.
Sementara dalam sambutannya Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menekankan pentingnya kemudahan pengajuan pembelian BBM bersubsidi bagi nelayan skala kecil. Menurutnya, 69 persen nelayan kecil kesulitan membeli BBM subsidi, dan 78 persen mengalami kesulitan memperoleh surat rekomendasi.

Karena itu, lanjut Moeldoko, untuk memenuhi akses BBM bersubsidi bagi nelayan kecil, Kantor Staf Presiden mendorong kementerian/lembaga untuk melakukan percepatan KUSUKA). Sebab, di dalam KUSUKA sudah terinput data-data nelayan, yang bisa menjadi pedoman untuk penentuan dan pengalokasian BBM bersubsidi.
“Ini tidak hanya mengoptimalkan penyerapan kuota BBM bersubsidi, tapi penyalurannya juga akan tepat sasaran mengingat KUSUKA itu by name by address, NIK, dan ukuran kapalnya juga terdata di kartu,” terang Moeldoko.
Proyeksinya, kedepan nelayan tidak lagi kesulitan mengurus surat rekomendasi dan lampiran-lampirannya. Jika mereka membeli BBM tinggal menunjukkan kartu KUSUKA saja.
Bupati Sukabumi H. Marwan Hamami menyampaikan bahwa MoU dibuat untuk memfasilitasi dan memberi kemudahan bagi nelayan kecil mendapatkan BBM Bersubsidi jenis bensin.
sumber : Pemkab Sukabumi
editor : Irwan Kurniawan





