Ketua PK Partai Golkar Kecamatan Sukaraja, Sukmawan Diro, mengungkapkan hal tersebut seusai menghadiri agenda silaturahmi dan perkenalan pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat di Hotel Sukabumi Indah, Selabintana, Kabupaten Sukabumi, Rabu (14/10/2026).
Menurut pria yang akrab disapa Bah Diro itu, pertemuan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga diisi pengarahan terkait pelaksanaan Musda XI Partai Golkar Kabupaten Sukabumi yang rencananya digelar pada akhir Oktober 2026.
Terkait dinamika menjelang Musda XI Partai Golkar Kabupaten Sukabumi, Bah Diro menegaskan dukungan mayoritas pengurus kecamatan sejak awal dan saat ini tetap mengarah kepada Budi Azhar Mutawali.
“Dari awal 47 ketua PK sudah sepakat mendukung Pak Budi Azhar untuk jadi ketua DPD. Begitupun nanti di Musda, kalau sistem pemilihannya satu PK satu suara, kami 47 Pengurus Kecamatan Partai Golkar sepakat akan memilih Pak Budi Azhar,” ungkap Bah Diro saat dikonfirmasi BERITAUSUKABUMI.COM, Rabu (14/10/2026).
Meski mengklaim dukungan dari tingkat kecamatan tetap solid, Bah Diro tidak menampik adanya kekecewaan setelah muncul arahan dari pengurus DPP Partai Golkar dan DPD Partai Golkar Jawa Barat yang menginginkan Asep Japar atau Asjap menjadi Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Sukabumi.
Bah Diro mengakui, aspirasi yang telah dibangun bersama 47 PK kini berhadapan dengan dinamika dan kehendak pimpinan partai di tingkat lebih tinggi.
“Kami tidak tau persis alasan para petinggi partai seperti apa, tapi Jujur kami agak kecewa, tapi ini sudah arahan dari petinggi partai, kami terima saja. Toh nanti di Musda memutuskan Pak Asep Japar yang harus jadi ketua DPD, karena mau bagaimana lagi, demi kondusivitas internal partai juga, kami siap mendukung pak Asep Japar sepenuhnya.”tegas Bah Diro.
Bah Diro menyebut, setelah 47 PK menyatakan tetap teguh memberi dukungan kepada Budi Azhar, keputusan selanjutnya berada di tangan Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi tersebut.
Menurutnya, para ketua PK akan mengikuti langkah yang diambil Budi Azhar, termasuk apabila nantinya ia memilih menerima dinamika politik internal dan memberikan ruang bagi Asep Japar untuk memimpin Golkar Kabupaten Sukabumi.
“Iya, bolanya ada di Pak Budi Azhar. Kami mah PK ikut saja arahan Pak Budi selanjutnya. Yang penting Partai Golkar makin besar di Sukabumi,” katanya.





