BERITAUSUKABUMI.COM-Legenda qoriah juara internasional asal Sukabumi, Hj. Imas Siti Syarah, meninggal dunia pada usia 73 tahun, Kamis (8/1/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.
Almarhumah menghembuskan napas terakhir setelah menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Kartika Sukabumi akibat sakit komplikasi.
Bahkan sebelum wafat, Ketua Majelis Taklim Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sukabumi itu sempat mengalami kondisi koma.
Jenazah Imas Siti Syarah dimakamkan di kampung halamannya, Kampung Cimahi, Desa Cibolangkaler, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, dan diiringi ratusan pelayat dari berbagai kalangan.
Sekretaris Umum MUI Kabupaten Sukabumi, H. Ujang Hamdun, menyebut almarhumah sebagai sosok perempuan luar biasa yang memiliki dedikasi tinggi dalam pengabdian keumatan.

Menurutnya, meski telah berusia lanjut, semangat Imas Siti Syarah dalam membina majelis taklim dan memberikan pengajian tidak pernah surut.
“Pada masanya, beliau pernah mengharumkan nama Indonesia dengan menjadi juara qoriah internasional. Kepergian almarhumah merupakan duka mendalam bagi kami di MUI dan masyarakat luas. Secara pribadi, saya sangat kehilangan karena beliau sudah seperti ibu saya sendiri,” ujar H. Ujang Hamdun saat ditemui di sela pemakaman, Jumat (9/1/2026).
Ujang juga mengakui hingga kini belum ada sosok perempuan yang mampu menyamai kiprah Imas Siti Syarah dalam membina ribuan jamaah perempuan yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Sukabumi.
Dalam aktivitas dakwahnya, almarhumah dikenal mampu merangkul semua kalangan tanpa membedakan latar belakang organisasi.
“Beliau masuk ke semua golongan, baik NU, Muhammadiyah, maupun organisasi Islam lainnya. Sosok yang inspiratif, tak kenal lelah dalam mengabdi dan berkarya untuk kemajuan umat dan MUI,” katanya.
Hal senada disampaikan Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sukabumi, Unang Sudarma. Menurutnya, selain dikenal sebagai qoriah internasional, Imas Siti Syarah juga merupakan pejuang zakat yang aktif menggerakkan umat untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui Baznas.
“Beliau adalah pendidik sejati. Murid-muridnya tersebar di mana-mana. Tidak heran jika sejak kemarin rumah duka dipenuhi pelayat yang datang berbondong-bondong untuk menyampaikan belasungkawa,” ujar Unang.
Kepergian Imas Siti Syarah meninggalkan jejak panjang pengabdian, keteladanan, dan inspirasi bagi umat Islam, khususnya kaum perempuan di Sukabumi dan Indonesia.
Nama dan jasanya akan selalu dikenang sebagai qoriah legendaris yang mengharumkan bangsa di kancah internasional.





