Sekilas Tentang Jembatan Dermaga Tambang Pasir Besi di Tegalbuled Sukabumi

Jembatan Dermaga Tambang Pasir Besi di Desa Buniasih Kecamatan Tegalbuled Kabupaten Sukabumi kini menjadi sorotan.
Kondisi jembatan dermaga tambang pasir besi yang putus (istimewa)

beritausukabumi.com-Jembatan Dermaga Tambang Pasir Besi di Desa Buniasih Kecamatan Tegalbuled Kabupaten Sukabumi kini menjadi sorotan.

Pasalnya, di lokasi ini terjadi insiden jatuhnya empat nelayan yang hendak memancing ikan. Empat nelayan itu terjatuh dari jembatan dermaga lantaran jembatan terputus akibat sudah rapuh ditambah hantaman gelombang ombak yang cukup tinggi saat itu.

Satu nelayan selamat, sedangkan tiga nelayan lain masih dalam proses pencarian petugas gabungan.
Tidak hanya itu, akibat terputusnya jembatan dermaga tersebut, ada 71 nelayan yang terjebak di ujung jembatan dermaga saat mereka mencari ikan.

Bacaan Lainnya

Dari catatan yang ada, bersama PT Sumber Suryadaya Prima (SSP) jembatan dermaga tambang pasir besi ini dulunya pernah digunakan untuk aktivitas nambang pasir besi oleh perusahaan tambang pasir besi, PT Sumber Besi Prima (SBP).

Selain itu, ada dua perusahaan lain yang juga melakukan penambangan pasir besi, yakni Perusahaan Umum Daerah Aneka Tambang dan Energi (Perumda ATE) dan PT Mehad Interbuana.

PT SBP dan PT SSP mulai beroperasi pada 2008. Namun kedua perusahaan ini sudah tidak aktif melakukan penambangan sejak 2017. Sedangkan, Perumda ATE dan PT Mehad Interbuana beroperasi mulai 2012 hingga 2014.

Setelah tidak digunakan untuk nambang pasir besi, jembatan dermaga yang memiliki panjang 700 meter dengan lebar 6 meter itu dimanfaatkan warga atau nelayan sekitar untuk jadi lokasi spot mancing dan mencari ikan terutama ikan benur.

Selain dimanfaatkan untuk mencari ikan dan hiburan gratis warga, tempat itu juga kerap dijadikan tempat bersandarnya perahu nelayan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *