BERITAUSUKABUMI-Nadira (1 tahun), balita asal Kampung Babakan Astana, Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabum mengembuskan napas terakhir di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Palabuhanratu pada Sabtu (23/8/2025) sore.
Nadira sempat bertahan selama tiga hari tiga malam di IGD tanpa mendapatkan ruang perawatan khususnya ruang perawatan anak karena kondisi rumah sakit penuh.
Kondisi kritis tersebut membuat keluarga hanya bisa pasrah menunggu, hingga akhirnya sang buah hati meninggal dunia sekitar pukul 16.30 WIB.
Irwan, seorang relawan sosial sekaligus warga Desa Loji, menuturkan Nadira masuk IGD RSUD Palabuhanratu dengan kondisi yang sudah memburuk. Namun, karena keterbatasan ruang perawatan, Nadira tidak segera mendapatkan rujukan.
“Nadira itu sudah tiga hari tiga malam di IGD. Keluarga sudah meminta bantuan karena kondisinya membiru. Dokter sebelumnya bilang hanya batuk biasa, tapi setelah pulang malah makin parah,” ujarnya kepada wartawan, Minggu (24/8/2025).
Irwan menambahkan, jika ruangan ICU dan IGD penuh, seharusnya pasien segera dirujuk ke rumah sakit lain. “Wakil Bupati juga menyayangkan kenapa tidak ada langkah cepat. Baru ketika pasien sudah kritis parah, rujukan dilakukan. Itu sangat disayangkan,” tegasnya.
Permintaan Maaf dan Klarifikasi RSUD Palabuhanratu
Sementara Direktur RSUD Palabuhanratu, Rika Mutiara, menyampaikan permintaan maaf atas kejadian tersebut. Rika menegaskan pihak rumah sakit akan melakukan audit internal untuk memperbaiki sistem layanan.
“Ini menjadi pelajaran berharga bagi kami untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Kami turut berduka cita atas kepergian almarhumah. Pasien ini bukan yang pertama kali ditangani, sebelumnya sudah pernah berobat ke dokter spesialis anak di sini,” jelas Rika.
Terkait tudingan tidak segera merujuk, Rika menegaskan bahwa berdasarkan keterangan Kepala IGD RSUD Palabuhanratu, opsi rujukan sebenarnya sudah ditawarkan kepada keluarga.
“Namun memang ada perbedaan keterangan, karena pihak keluarga membantah. Kami akan lakukan rapat internal untuk memastikan kronologi sebenarnya,” tegasnya.





