beritausukabumi.com-Pesantren Istibroq di Kampung Cisoka, Desa Jayanti, Kecamatan Palabuhanratu, masih menghadapi kesulitan pasca-banjir bandang yang melanda kawasan tersebut.
Banjir yang terjadi akibat luapan Sungai Cimandiri pada Rabu (4/12/2024) merendam sebagian besar bangunan pesantren dan mengakibatkan kerusakan hingga beberapa bangunan harus dibongkar.
KH. Badru Tamam, pimpinan pesantren, mengungkapkan bahwa hingga kini para santri masih membutuhkan bantuan mendesak, terutama selimut dan kasur.
“Kami baru mendapatkan lima selimut dari pihak desa. Sementara itu, kami memiliki sekitar 200 santri yang membutuhkan perlengkapan tidur. Selimut dan kasur sangat penting untuk kenyamanan mereka, terutama di malam hari,” ujarnya, Jumat (13/12/2024).
KH. Badru menyebut banjir mulai terlihat sekitar pukul 08.00 WIB, dengan ketinggian air mencapai 3-4 meter, bahkan hingga 6-7 meter jika diukur dari dasar sungai. Ia mengakui, banjir kali ini adalah yang terbesar yang pernah terjadi di kawasan tersebut.
“Pesantren kami memang berada di bantaran Sungai Cimandiri, jadi banjir tahunan sering terjadi. Tapi tidak pernah sebesar ini. Kami panik saat melihat air naik begitu cepat, apalagi ini terjadi siang hari. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa karena anak-anak segera diamankan,” katanya.
Selain kehilangan pakaian dan kitab-kitab santri, dua bangunan pesantren mengalami penurunan hingga 25 centimeter dan harus dibongkar.
Saat ini, pihak pesantren bersama masyarakat tengah membangun tanggul sementara untuk mencegah dampak lebih besar jika banjir terjadi kembali.
“Kami bersyukur masyarakat antusias membantu, mereka sudah membuat tanggul kecil-kecilan. Tapi pesantren ini membutuhkan renovasi total karena beberapa bangunan sudah amblas. Kami berharap ada bantuan lebih lanjut untuk perbaikan,” jelasnya.
Bantuan yang baru datang Selain lima selimut dari desa, pesantren juga telah menerima bantuan makanan siap saji. Sebanyak 300 paket makanan dibagikan kepada para santri dan masyarakat sekitar.
Namun, KH. Badru menyebut bantuan yang diterima belum maksimal dan belum ada bantuan dari pihak kepemerintahan yang lain.
“Bantuan yang masuk alhamdulillah baru dari pihak pltu melalui kepala desa jayanti cukup membantu, tapi masih banyak yang dibutuhkan. Kami tetap bersyukur karena tidak ada korban jiwa, hanya kerugian materi saja,” katanya.
KH. Badru berharap pihak terkait dapat memberikan perhatian lebih untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang. “Kita butuh tanggul yang lebih kokoh dan sistem mitigasi yang baik. Semoga ada solusi agar bencana ini tidak terulang lagi,” tutupnya.





