Mantan Walikota Sukabumi Mohamad Muraz Ingatkan Ayep Zaki Soal Janji Politik

Mantan WaliKota Sukabumi, Mohamad Muraz, mengingatkan Ayep Zaki, WaliKota Sukabumi saat ini, untuk tidak melupakan janji-janji politik yang pernah disampaikan pada masa kampanye Pilkada 2024 lalu. Muraz menyoroti khususnya target peningkatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang menurutnya justru mengalami penurunan. “Saat saya berhenti jadi Wali Kota, APBD Kota Sukabumi sudah mencapai angka signifikan. Tapi sekarang, setelah tujuh tahun, justru menurun. Harusnya naik, bukan malah turun,” ujar Muraz dalam pernyataan, Rabu (7/5/2025).
Mantan WaliKota Sukabumi, Mohamad Muraz

BERITAUSUKABUMI.COM-Mantan WaliKota Sukabumi, Mohamad Muraz, mengingatkan Ayep Zaki, WaliKota Sukabumi saat ini, untuk tidak melupakan janji-janji politik yang pernah disampaikan pada masa kampanye Pilkada 2024 lalu.

Muraz menyoroti khususnya target peningkatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang menurutnya justru mengalami penurunan.

“Saat saya berhenti jadi Wali Kota, APBD Kota Sukabumi sudah mencapai angka signifikan. Tapi sekarang, setelah tujuh tahun, justru menurun. Harusnya naik, bukan malah turun,” ujar Muraz dalam pernyataan tertulisnya kepada beritausukabumi.com, Rabu (7/5/2025).

Bacaan Lainnya

“Waktu Debat sudah saya sampaikan. Saya awal jadi Walikota 2013 APBD Rp 800 milyar dan saat berhenti Rp 1,3Trilyun. Naik signifikan. Setelah saya berhenti kenapa APBD ga naik-naik malah turun, padahal APBN naik terus,”tambah Muraz lagi.

Muraz juga mengkritisi janji-janji ambisius yang disampaikan Zaki dalam debat Pilkada 2018, di mana Zaki sempat menyatakan mampu meningkatkan APBD hingga Rp13 triliun.

Menurut Muraz, janji tersebut kini harus mulai diuji realisasinya.“Jangan sampai janji kampanye hanya jadi retorika kosong dan berubah menjadi kebohongan publik,” tegasnya.

Ia merinci sejumlah program yang dijanjikan oleh Zaki saat itu, termasuk rencana pembagian insentif kepada pemuda, ketua RT, guru ngaji, marbot masjid, linmas, serta dukungan untuk KONI, cabang olahraga (cabor), Karang Taruna, dan madrasah. Tak hanya itu, janji pembebasan biaya kuliah bagi 100 mahasiswa per kecamatan juga menjadi sorotan.

Muraz menegaskan bahwa masyarakat saat ini semakin cerdas dan akan menagih janji-janji tersebut. “Rakyat punya ingatan. Pemerintah harus menjaga kepercayaan itu,”pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *