“Jangan hanya berhenti di acara jambore. Harus ada langkah konkret, baik dalam peningkatan kompetensi maupun perhatian terhadap sarana dan kesejahteraan guru olahraga,” tegasnya.
Menurutnya, peran guru olahraga selama ini kerap dipandang sebelah mata, padahal mereka memiliki kontribusi besar dalam mencetak generasi sehat sekaligus atlet berprestasi.
“Kalau kita serius ingin melahirkan atlet dan generasi unggul, maka guru olahraga harus diperkuat, baik dari sisi kebijakan, anggaran, maupun fasilitas,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Umum PP Igornas, Dikdik Setia Munardi, menyebut bahwa guru olahraga memiliki peran ganda, tidak hanya dalam pendidikan, tetapi juga dalam pembinaan olahraga prestasi.
Hal senada disampaikan Asisten Deputi Olahraga Pendidikan Kemenpora RI, Muhammad Azizi Ariyanto, yang mendorong para peserta untuk memanfaatkan seluruh rangkaian kegiatan jambore.
“Ikuti semua kegiatan, karena setiap sesi memiliki manfaat untuk meningkatkan kapasitas guru maupun kualitas pembelajaran kepada siswa,” ujarnya.
Ketua Igornas Kabupaten Sukabumi, Devi Noviyandi, menjelaskan bahwa jambore ini menjadi wadah konsolidasi sekaligus peningkatan profesionalisme guru olahraga.
“Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, 10–11 April 2026. Harapannya, olahraga di Kabupaten Sukabumi semakin maju dan mampu mencetak generasi yang sehat dan kompetitif,” pungkasnya.