BERITAUSUKABUMI.COM-Pernyataan Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, dalam forum Ngoppy (Ngobrol Happy) edisi kedua baru-baru ini memunculkan kebingungan publik. Ucapannya mengenai Tim Konsultan Percepatan Pembangunan (TKPP) dinilai tidak konsisten, terutama soal jumlah personel dan besaran insentif.
Ketua Nusa Bumi Institute, yang juga moderator dalam forum Noppy edisi kedua, Dedi Suryadi, angkat bicara untuk meluruskan hal tersebut. Ia menyebut pernyataan wali kota hanyalah kekeliruan penyampaian.
“Jadi itu teh posisinya slip of tongue, keseleo lidah. Maksudnya bukan satu orang yang menerima Rp4 juta, tetapi per orang mendapat insentif sekitar Rp4 juta sesuai SK terbaru,” ujar Dedi kepada BERITAUSUKABUMI.COM, Sabtu (6/9/2025).
Dedi menjelaskan, dalam Surat Keputusan (SK) lama, insentif TKPP ditetapkan Rp7 juta per orang. Namun dalam SK baru, jumlah itu turun menjadi kisaran Rp4 juta per orang.
“Dalam SK lama insentifnya Rp7 juta, sedangkan di SK baru hanya sekitar Rp4 juta per orang. Jadi memang ada perbedaan nilai, hanya penyampaiannya yang kurang tepat sehingga sempat menimbulkan salah tafsir,” katanya.
Soal jumlah anggota, Dedi menegaskan komposisi TKPP masih lima orang, meskipun satu di antaranya sudah menyatakan mundur.
“Secara resmi tetap lima orang. Hanya memang ada satu anggota yang sudah mengundurkan diri, tapi data lengkapnya saya belum terima,” jelasnya.
Lebih jauh, ia menekankan bahwa insentif TKPP lebih tepat dipandang sebagai penghargaan kerja ketimbang gaji. Karena itu, kekeliruan ucapan wali kota saat forum berlangsung tidak menimbulkan keberatan dari peserta diskusi.
“Itu murni soal penyampaian. Konteksnya jelas, insentif per orang Rp4 juta. Di forum juga tidak ada yang protes karena semua paham maksudnya,” tegas Dedi.
Klarifikasi ini diharapkan bisa mengakhiri kesalahpahaman publik mengenai anggaran TKPP, yang belakangan ramai diperbincangkan.





