BERITAUSUKABUMI.COM-Identitas wanita yang tewas tertabrak kereta KA 205 Pangrango di Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi akhirnya terungkap.
Korban tersebut berinisial FC (23), warga Kampung Cikukulu, Desa Cisande, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi. Pihak keluarga menyebut korban terakhir kali pamit sekira pukul 15.00 WIB, Selasa (09/10/2024).
“Kami juga sudah menelusuri kronologi hingga korban sudah ditemukan tergeletak di tengah rel,” ujar Kompol Ridwan Ishak, Kapolsek Cibadak, Rabu (10/1/2024).
Ridwan kemudian menjelaskan kronologi peristiwa ini yang diperoleh dari keterangan sejumlah saksi. Sekira jam 15.30 wib, korban turun dari angkutan umum dari arah Cibadak dan turun di depan Pangkalan Ojeg Cimahi, Cicantayan.
Korban kemudian naik ojek dan turun di sekitar Kampung Paledang, Desa Cimahi. Sekira jam 17.20 wib, korban juga sempat mendatangi warung dan membeli kerupuk seharga Rp.2.000.
“Lalu oleh saksi II ditanya mau kemana tetapi korban tidak menjawab pertanyaan saksi II setelah itu korban berjalan kembali ke sekitar rel dan sekira jam 18.00 WIB korban diketemukan oleh saksi III sudah tergelatak di tengah rel di KM.49+300 petak (jalan cisaat karang tengah,)” kata Ridwan.
“Korban ditemukan meninggal dunia karena diduga tertabrak KA 205 Pangrango arah Sukabumi menuju bogor dengan kondisi luka berat bagian kepala dan kaki mengalami patah kemudian saksi III bersama dengan warga lain menghubungi pihak kepolisian dan muspika untuk tindak lanjut selanjutnya,” tambahnya.
Diberitakan sebelumnya seorang wanita tewas terkapar di tengah rel di sekitar persimpangan rel kereta tanpa palang pintu di Kampung Paledang, Desa Cimahi, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, Selasa sore (09/01/2024).
editor : Irwan Kurniawan





