Disangka Maling Padahal Bukan Pelajar di Cikidang Sukabumi Babak Belur Dipukuli Warga

Video viral di Sukabumi memperlihatkan pelajar SMA 16 tahun di Cikidang menjadi korban salah sasaran pengeroyokan warga. Korban diikat, diseret, dan dipukuli hingga babak belur, padahal bukan pelaku. Keluarga menuntut polisi mengusut tuntas kasus main hakim sendiri ini.
Wajah Geri babak belur usai dipukuli warga yang menyangkanya sebagai pencuri motor (aponnanan)

BERITAUSUKABUMI.COM-Sebuah video singkat berdurasi 18 detik menggegerkan publik Sukabumi. Dalam rekaman itu, seorang pelajar SMA berusia 16 tahun terlihat duduk lemas dengan tangan terikat tali rapia. Wajahnya menahan sakit, sementara sejumlah warga mengelilingi, membentak, dan memukul tanpa ampun.

Video tersebut pertama kali beredar pada Jumat (8/8/2025) dan langsung viral di media sosial. Hingga Sabtu pagi, tayangannya sudah tembus puluhan ribu kali ditonton dengan ribuan komentar yang mengecam keras aksi main hakim sendiri tersebut.

Kronologi Kejadian

Kakak sepupu korban, Alis (31 tahun), menceritakan insiden tersebut bermula ketika ayah Geri hendak berangkat kerja menuju Pulau Seribu pada dini hari. Namun, setibanya di kawasan Tegal Lega, sang ayah baru menyadari dompet beserta identitasnya tertinggal di rumah.

“Ayahnya langsung menelepon ke rumah dan meminta Geri untuk mengantarkan dompet. Geri pun segera berangkat,” ujar Alis saat dihubungi melalui telepon, Sabtu (9/8/2025).

Namun di perjalanan, Geri melewati lokasi yang tengah heboh akibat dugaan pencurian motor. Pemilik rumah yang kehilangan motor berteriak “maling”, dan kebetulan Geri melintas di waktu yang bersamaan.

Tanpa kesempatan membela diri, remaja itu dipepet mobil, ditarik paksa dari motor, diseret puluhan meter hingga ke depan masjid, lalu dihujani pukulan.

“Dia diikat, dibentak, bahkan diseret. Ini jelas salah sasaran, dia sama sekali bukan pelakunya,” tegas Alis, saat dihubungi Sabtu (9/8/2025).

Menurut Alis, tangan Geri bahkan sempat diikat dengan tali rafia oleh massa. “Saya sebagai keluarga jelas tidak terima. Seharusnya warga bertanya dulu, bukan langsung menganiaya,” tegasnya.

Akibat kejadian itu, Geri menderita luka di sekujur tubuh. Pihak keluarga telah melaporkan kasus ini ke Polres Sukabumi dan korban sudah menjalani visum.

“Laporan sudah kami masukkan ke Polres. Harapan kami, para pelaku pengeroyokan diproses secara hukum. Saya tidak akan berdamai agar kasus salah sasaran seperti ini tidak terulang,” pungkas Alis.

Dikonfirmasi terpisah Kanit Jatanras Satreskrim Polres Sukabumi, Ipda MGS Irlansyah membenarkan adanya laporan tersebut.

“Kami sudah melakukan olah TKP, membawa korban ke rumah sakit untuk visum, dan saat ini sedang mengidentifikasi para pelaku,” ujar Ipda MGS Irlansyah.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *