BERITAUSUKABUMI.COM-Bermula dari usaha kecil di halaman rumah, kini PT Alpindo Mitra Baja menjelma menjadi salah satu produsen baja dan komponen logam terkemuka di Jawa Barat.
Didirikan secara resmi pada 29 Juli 1996, perusahaan yang berkantor pusat di Kawasan Industri Kecil (LIK) Cisaat Kabupaten Sukabumi ini memiliki kiprah yang signifikan dalam industri alat berat, otomotif, dan konstruksi nasional.
Perusahaan ini dirintis oleh H. Ayep Zaki, pengusaha lokal yang kini menjabat Walikota Sukabumi. Awalnya, PT Alpindo Mitra Baja memproduksi suku cadang alat berat secara mandiri sejak tahun 1994.
Berbekal kemitraan dengan Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA), PT Alpindo Mitra Baja tumbuh pesat dan mulai dipercaya memproduksi komponen untuk raksasa alat berat seperti PT Komatsu Indonesia.
Pada September 2008, PT Alpindo Mitra Baja berhasil meraih sertifikat ISO 9001:2000 sebagai jaminan mutu kualitas produksi telah sesuai standar dunia.
“Keberhasilan ini tidak terlepas dari modal utama yaitu mental dasar jujur, ikhlas, lempang yang tertanam didiri seluruh komponen perusahaan.,” dikutip beritausukabumi dari laman resmi ttps://alpindo.web.indotrading.com.
PT Alpindo Mitra Baja memiliki tiga fasilitas produksi di Sukabumi dan kantor cabang di Balikpapan dan Pekanbaru. Perusahaan juga mulai merambah pasar ekspor, di antaranya ke Jepang melalui kerja sama dengan Sanwa Co. Ltd sejak tahun 1998.
Dalam negeri, perusahaan menjadi mitra pemasok suku cadang untuk PT United Tractor Engineering, PT Pandu Dayatama Patria, hingga PT Natra Raya.
Tak hanya itu, lini produk mereka merambah hingga ke bidang konstruksi baja ringan, melalui brand Alpindo Truss, yang dikenal memproduksi rangka atap baja ringan dan menjual genteng metal seperti Sakura Roof dan Multi Roof.
Pencapaian perusahaan dalam satu dekade awal tergolong pesat. Data internal menyebutkan, pada tahun 2000 ekspor produk meningkat dari US\$17.000 menjadi US\$30.000 per bulan, sementara penjualan dalam negeri naik dari Rp150 juta menjadi Rp300 juta per bulan. Jumlah tenaga kerja juga meningkat drastis dari 40 menjadi 130 orang.
Fasilitas produksi yang awalnya seluas 162 m² kini telah berkembang menjadi lebih dari 900 m², dengan nilai aset mencapai Rp2,1 miliar.
Pada tahun 2002, perusahaan bahkan mendapat penghargaan Pengusaha Menengah Berprestasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Sejak 2001, perusahaan memperluas bisnisnya ke proyek-proyek mekanikal dan elektrikal, serta sipil dan konstruksi.
Tak berhenti di sana, PT Alpindo Mitra Baja juga melakukan diversifikasi dengan menyuplai suku cadang ke perusahaan perkebunan, pertambangan, hingga perusahaan air mineral.
Menurut studi yang dilakukan mahasiswa Universitas Pancasila tahun 2017, perusahaan ini menetapkan strategi prioritas berupa peningkatan modal kerja, penguatan manajemen SDM, pelatihan karyawan, dan penguatan sistem mutu serta pemasaran luar negeri.
Meski mencatat pertumbuhan mengesankan, perusahaan juga mengalami dinamika keuangan. Pada 2015, PT Alpindo Mitra Baja sempat menghadapi proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) senilai Rp55 miliar. Namun pada 2019, proses hukum tersebut resmi dicabut dan perusahaan kembali melanjutkan aktivitas produksinya.





