BERITAUSUKABUMI.COM-Desa Tugu Bandung Kecamatan Kabandungan Kabupaten Sukabumi, rencananya akan dijadikan salah satu pusat destinasi wisata ikan atau wisata mina padi di Kabupaten Sukabumi.
Selain tujuan wisata ikan, Desa Tugu Bandung oleh Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi juga akan dijadikan wilayah pengembangan budidaya ikan, sesuai pembahasan di Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Pengelolaan Ikan yang masih dibahas oleh DPRD dan Pemerintah Kabupaten Sukabumi.
LIHAT JUGA
Untuk Petani Sukabumi, Kementan Sarankan Ikut Asuransi Usaha Tani Padi
Hadirkan Tim Ahli FAO, Raperda Pengelolaan Perikanan terus Dimatangkan
Kepala Desa Tugu Bandung, Yudi mengatakan Desa Tugu Bandung terletak di hulu DAS Cimandiri, tepatnya di Sungai Citarik yang memiliki beberapa cabang anak sungai.
“Rencana akan dibangun kolam air deras di sekitar sungai seluas 1000 m2 dan berencana untuk menjadikan daerah tersebut sebagai wisata ikan/ wisata mina untuk meingkatkan perekonomian masyarakat desa,”ujarnya.
Pada perairan Sungai Citarik Kabandungan banyak dijumpai leuwi atau lubuk yang menjadi tempat berlindung berbagai jenis ikan seperti sidat dan soro, sehingga bisa dialokasikan sebagai kawasan konservasi plasma nutfah perairan darat.
Di Desa Tugubandung terdapat tiga Pokdakan, lima kolam air deras dan 23 kolam air tenang dengan luas total sekitar 1,1 hektar.
Dari hasil survei ke lokasi, di sekitar sungai Citarik terdapat hamparan sawah sekitar 15 hektar. Sawah tersebut berpotensi untuk dijadikan sebagai kawasan minapadi atau Ugadi atau Udang-Padi.
Hasil monitoring kualitas air kolam di wilayah Sungai Citarik Desa Tugu Bandung Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi yang dilakukan Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi dan Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Cadas Harapan, menunjukan kualitas air di Sungai Citarik Kabandungan masih relatif bagus alias belum tercemar.
Monitoring dengan menggunakan parameter suhu, PH, O2, Nitrit dan Nitrat juga dilakukan untuk mencegah dan mengendalikan kualitas lingkungan melalui manajemen kualitas air dan lingkungan secara periodik serta mengidentifikasi lokasi potensi budidaya ikan di seputar Sungai Citarik.
Terpisah Kadis Perikanan Sukabumi, Nunung Nurhayati mengatakan bahwa pemantauan kualitas air dan survey potensi perikanan darat adalah langkah sistematis mewujudkan pemberdayaan optimal di sektor pengelolaan perikanan.
“Kita yakin sektor perikanan jika dikelola dengan baik dan profesional akan menjadi sektor unggulan, yang memiliki nilai ekonomi tinggi, menyehatkan dan menyejahterakan,”singkatnya.
penulis : M.Pajar (kontributor)
editor : Hasna Fatimah Zahra





