Demi Konten Pegawai Pekerjaan Umum Joget diatas Jembatan Bojongkopo Simpenan yang Terkena Bencana

Jagat maya kembali dihebohkan oleh sebuah video yang menampilkan sejumlah pekerja berseragam khas Kementerian Pekerjaan Umum (PU) asyik berjoget di atas Jembatan Darurat Bojongkopo
Jagat maya kembali dihebohkan oleh sebuah video yang menampilkan sejumlah pekerja berseragam khas Kementerian Pekerjaan Umum (PU) asyik berjoget di atas Jembatan Darurat Bojongkopo

BERITAUSUKABUMI.COM-Jagat maya kembali dihebohkan oleh sebuah video yang menampilkan sejumlah pekerja berseragam khas Kementerian Pekerjaan Umum (PU) asyik berjoget di atas Jembatan Darurat Bojongkopo, Kecamatan Cidadap, Kabupaten Sukabumi.

Dengan iringan lagu dangdut populer “Jaran Goyang”, para pekerja tampak menikmati momen tersebut—namun sayangnya, aksi mereka justru memancing gelombang kritik tajam dari berbagai pihak.

Video berdurasi 34 detik itu diunggah oleh akun Dodi Mubarok dan langsung viral. Dalam caption-nya, ia menulis, “VIRAL!! PARA PEKERJA JOGED JARAN GOYANG DI JEMBATAN ALTERNATIF BOJONGKOPO, SEMOGA INI MENJADI RITUAL SUPAYA TIDAK TERBAWA ARUS LAGI… SEMANGAT.” Sementara dalam videonya tertulis, “Mudah-mudahan we teu kabawa deui arus tos digoyang semar mesem mah,” lengkap dengan emoji tertawa.

Namun, kesan lucu dan santai dari video itu tak bertahan lama. Aksi joget ini justru menuai kemarahan publik setelah diketahui bahwa jembatan darurat tersebut sempat kembali rusak akibat banjir pada Minggu, 13 April 2025, meski kini sudah diperbaiki dan bisa dilalui kendaraan roda empat lagi.

Salah satu suara keras datang dari Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Sukabumi, Hamzah Gurnita. Ia mempertanyakan maksud di balik pembuatan video tersebut.

“Yang jadi pertanyaan besar saya: videonya dibuat kapan? Kalau sebelum jembatan itu roboh lagi, artinya pembangunan jembatan darurat dilakukan asal-asalan. Mereka lebih sibuk bergaya daripada fokus menyelesaikan penderitaan warga,” ujarnya lantang, Jumat (18/4/2025).

Tak hanya itu, Hamzah juga menyesalkan jika video tersebut diambil setelah kerusakan terjadi. “Kalau videonya setelah jembatan rusak, itu lebih parah. Rakyat sedang kesulitan cari akses jalan, tapi mereka malah berjoget-joget. Sangat tidak pantas!” kritiknya tajam.

Ia pun mendesak agar proses pembangunan dan penanggulangan bencana di daerah lebih melibatkan masyarakat setempat. “Kami, orang lokal, yang paling tahu kondisi di lapangan. Pemerintah seharusnya menggandeng semua pihak agar hasilnya lebih baik dan tepat sasaran,” tegas Hamzah.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *