BERITAUSUKABUMI.COM-Menyusul viralnya sebuah video yang menuai kontroversi di kalangan masyarakat, Dedi Mulyadi, petugas lapangan dari PPK 2.2 Provinsi Jawa Barat, akhirnya memberikan klarifikasi resmi.
Video yang sempat menjadi perbincangan hangat itu ternyata merupakan bagian dari lomba film pendek internal di lingkungan kementerian.
Dalam pernyataannya, Dedi menjelaskan bahwa pembuatan video tersebut dilakukan sesuai arahan lomba yang diadakan secara internal, bukan untuk konsumsi publik atau dengan maksud tertentu yang bersifat negatif.
“Itu sebenarnya bagian dari lomba video pendek. Kami diminta ambil gambar di beberapa titik seperti Posko, Jembatan Cidadap, Longsoran Cimapag, dan Jembatan Detour. Nggak ada maksud aneh-aneh,” ujar Dedi.
Video tersebut, lanjutnya, dibuat hanya untuk menunjukkan lokasi-lokasi pekerjaan yang sedang ditangani oleh pihaknya. Namun, karena tidak semua penonton mengetahui konteks sebenarnya, konten video tersebut justru menimbulkan kesalahpahaman di kalangan masyarakat.
Menyadari adanya dampak negatif yang timbul akibat video itu, Dedi tidak tinggal diam. Ia menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat yang mungkin merasa tersinggung atau tidak nyaman.
“Kalau video ini menyinggung perasaan masyarakat, kami mohon maaf. Kami tidak berniat menyakiti siapa pun. Fokus utama kami tetap pada perbaikan jembatan agar bisa segera digunakan masyarakat,” tutupnya.
Saat ini, tim dari PPK 2.2 masih terus bekerja di lapangan untuk menyelesaikan perbaikan infrastruktur, terutama jembatan yang menjadi jalur vital bagi mobilitas warga.
Dedi berharap klarifikasi ini dapat meredakan polemik yang sempat muncul dan mengembalikan fokus masyarakat pada tujuan utama proyek yang sedang dijalankan, yaitu pemulihan akses dan keselamatan infrastruktur.





