Deden Sumpena-Herdiawan Bantah Isu Keretakan, Dinas Pendidikan Sukabumi Siapkan Tempuh Jalur Hukum

Pemilik akun @Jonimiar dan postingan terkait Kepala dan Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi

BERITAUSUKABUMI.COM-Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi angkat bicara terkait informasi yang beredar di media sosial mengenai hubungan kerja antara Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, dengan Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Herdiawan Waryadi retak.

Informasi tersebut mencuat setelah beredar sebuah posting bergambar yang disebut menggunakan hasil kreasi AI dan dikaitkan dengan akun @Jonimar.

Pada gambar tersebut terpampang judul besar, “Sekdis Pendidikan Kabupaten Sukabumi Tak Sudi Bekerjasama Lagi dengan Kadisdik Kabupaten Sukabumi.”

Bacaan Lainnya

Narasi dalam gambar itulah yang kemudian dibantah oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi Deden Sumpena dan Sekretaris Dinas Pendidikan Herdiawan Waryadi.

Informasi yang beredar melalui media sosial, termasuk dari akun @junimar, disebut pihak Dinas Pendidikan sebagai informasi yang tidak benar dan tidak berdasar.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi Deden Sumpena bersama Sekretaris Dinas Pendidikan Herdiawan Waryadi menegaskan jika hubungan kerja keduanya hingga saat ini tetap berjalan sebagaimana mestinya.

Keduanya masih menjalankan koordinasi, komunikasi, serta tugas dan tanggung jawab masing-masing secara profesional dalam menjalankan roda pemerintahan di sektor pendidikan Kabupaten Sukabumi.

“Informasi mengenai hubungan kerja antara saya sebagai Kepala Dinas dan Pak Herdiawaan selaku Sekretaris Dinas yang beredar di media sosial itu tidak benar dan tidak berdasar alias berita bohong,” tegas Deden Sumpena dikonfirmasi BERITAUSUKABUMI.COM Senin (28/9/2026)

Deden memastikan seluruh program dan pelayanan pendidikan di Kabupaten Sukabumi tetap berjalan normal.

Tidak ada gangguan terhadap pelaksanaan tugas pemerintahan maupun pelayanan kepada masyarakat akibat isu yang beredar tersebut.

Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi ungkap Deden tidak anti terhadap kritik, saran maupun masukan dari masyarakat.

Menurut Deden, kritik justru dibutuhkan sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki kinerja serta memastikan berbagai program pendidikan berjalan sesuai aturan dan kebutuhan masyarakat.

Namun, kritik dan masukan diharapkan tetap disampaikan berdasarkan fakta serta berkaitan dengan kinerja, kebijakan maupun program pendidikan yang memang menjadi kewenangan pemerintah daerah.

“Kami tidak anti kritik. Kritik, masukan dan saran dari masyarakat sangat dibutuhkan untuk evaluasi agar seluruh program pendidikan dapat berjalan sesuai aturan dan harapan masyarakat,” tegas Deden.

Siapkan Langkah Hukum

Terkait akun media sosial @Jonimar yang dinilai terus menyebarkan informasi yang dianggap tidak benar, Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi menyatakan tidak menutup kemungkinan mengambil langkah hukum.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi Herdiawan Waryadi menegaskan, langkah tersebut akan dipertimbangkan apabila informasi yang dinilai sebagai hoaks tersebut terus disebarluaskan dan berpotensi menimbulkan keresahan maupun merusak citra institusi serta para pejabat yang bersangkutan.

Herdiawan Waryadi juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum diketahui kebenarannya.

“Sekali kami sangat terbuka dengan kritikan dan masukan masyarakat manapun, tapi kami juga meminta mengedepankan verifikasi dan menggunakan sumber resmi sebagai rujukan ketika memperoleh informasi terkait kebijakan, program maupun kondisi internal pemerintahan,”tandasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *