BERITAUSUKABUMI.COM-Kabar membanggakan kembali datang dari Kabupaten Sukabumi. Ciletuh–Palabuhanratu UNESCO Global Geopark (CPUGGp) berhasil mempertahankan statusnya sebagai bagian dari jaringan geopark dunia dengan meraih green card dari UNESCO.
Capaian ini memperpanjang pengakuan internasional hingga empat tahun ke depan dan menegaskan peran Sukabumi sebagai salah satu pusat konservasi serta destinasi wisata berkelas global.
Proses revalidasi dilakukan pada 30 Juni hingga 4 Juli 2025. Tim asesor dari Slovenia dan Tiongkok meninjau langsung keanekaragaman geologi, kekayaan hayati, kearifan lokal, serta peran aktif masyarakat dalam menjaga kelestarian geopark.
Hasilnya, apresiasi tinggi diberikan kepada seluruh pihak yang terlibat dalam menjaga dan mengembangkan kawasan yang menjadi kebanggaan Jawa Barat dan Indonesia tersebut.
Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi sekaligus Ketua Badan Pengelola CPUGGp, Ade Suryaman menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kerja sama seluruh elemen.
“Green card ini adalah kemenangan kolektif. Tidak hanya pemerintah, tetapi juga masyarakat, komunitas, akademisi, hingga pelaku usaha turut berperan. Ini membuktikan bahwa kolaborasi adalah kunci untuk menjaga warisan dunia,” ujar Ade Suryaman.
Ia menambahkan, mempertahankan status UNESCO bukanlah perkara mudah, melainkan perjalanan panjang yang membutuhkan konsistensi.
“Setiap tetes keringat, ide, dan partisipasi dari masyarakat adalah energi yang membawa kita ke titik ini,” sambungnya.
Sementara itu, Sekretaris II Badan Pengelola CPUGGp yang juga Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Sendi Apriadi, menjelaskan bahwa keberhasilan ini lahir dari kombinasi manajemen yang konsisten serta inovasi di berbagai bidang.
“Evaluator UNESCO tidak hanya menilai keindahan alam, tetapi juga tata kelola. Mulai dari program konservasi, keterlibatan masyarakat, pemanfaatan geopark untuk pendidikan, hingga pengembangan ekonomi kreatif berbasis pariwisata berkelanjutan,” jelas Sendi.
Hal senada disampaikan Aat Suwanto, Ketua Harian Badan Pengelola CPUGGp. Menurutnya, seluruh persiapan dilakukan secara detail, mulai dari penyusunan laporan, penyajian data, hingga simulasi lapangan.
“Kami memastikan setiap aspek sesuai standar UNESCO, baik konservasi geosite, pemberdayaan masyarakat, maupun inovasi promosi digital. Hal itu yang membuat tim asesor yakin CPUGGp layak meraih green card,” ungkap Aat.
Keberhasilan ini bukan hanya simbol prestasi, tetapi juga bukti nyata komitmen Sukabumi dalam menjaga bumi dan peradaban.
CPUGGp kini berfungsi sebagai destinasi wisata internasional, pusat edukasi, wahana riset, serta identitas budaya lokal yang harus terus dijaga.
Ade Suryaman menegaskan, pencapaian ini menjadi langkah awal menuju tantangan yang lebih besar.
“Green card bukan garis akhir, tetapi awal babak baru. Tanggung jawab kita semakin besar untuk menjaga, mengembangkan, dan mewariskan geopark ini kepada generasi mendatang,” pungkasnya.





