beritausukabumi.com-Dwi Surini, Kepala Kantor Cabang BPJS Kesehatan Sukabumi sejak tahun 2021 sampai awal 2025 ini kini berpindah tugas. Dwi Surini kini kembali menapaki pengabdian ke habibat awalnya yaitu Senior Manager Lecture Utamadi Corporate University BPJS.
Meminjam istilah “Tidak ada gading yang tidak retak”. Perjalanan Dwi Surini tentu menyisakan jejak tapak gebrakan dan kinerja gemilang selama Dwi Surini menjabat Kepala Kantor Cabang BPJS Sukabumi yang mencakup wilayah kerja Kota Sukabumi dan Cianjur ini.
Salah satu gebrakan Dwi Surini adalah ia mampu mengkolaborasikan kepesertaan BPJS dengan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yang ada di Kabupaten Sukabumi.

Dengan terobosan ini setidaknya sampai hari ini dan kedepannya warga kurang mampu di Kabupaten Sukabumi khususnya, dapat serta akan merasakan manfaat pelayanan kesehatan dari RSUD-RSUD yang sudah dicover oleh BPJS.
Di mana sebelumnya, sudah bertahun-tahun RSUD-RSUD di Kabupaten Sukabumi belum bekerjasama dengan BPJS, meski diakui oleh Dwi Surini sendiri masih ada kekurangan yang perlu dibenahi dan diselesaikan.
Jurnalis www.beritausukabumi.com, Adam Arrazi berkesempatan mewawancarai perempuan yang pernah menjabat Senior Manager Bidang PKKC Kedeputian Wilayah Sumatera Utara dan Aceh BPJS Kesehatan ini.
Berikut petikan wawancara singkat dengan Dwi Surini :
–Kesan dan pesan ibu selama bertugas di Sukabumi?
Adalah suatu kebahagiaan tersendiri dapat berkontribusi kepada seluruh masyarakat di wilayah Kabupaten Sukabumi, Kota Sukabumi dan Kabupaten Cianjur untuk mendapatkan jaminan pelayanan Kesehatan melalui program JKN.
Selama menjabat di Kantor Cabang Sukabumi, hal yang paling berkesan untuk saya adalah dapat membantu RSUD di Kabupaten Sukabumi yang selama bertahun-tahun belum bekerjasama, padahal sangat dibutuhkan masyarakan karena posisinya jauh dari kota. Alhamdulilah akhirnya dapat dikerjasamakan dan bisa melayani masyarakat meskipun saat itu masih banyak kekurangan yang perlu segera diselesaikan.

–Selama ibu menjabat Kepala Cabang BPJS Sukabumi sudah berapa peserta yang terdaftar BPJS?
Sampai pada Desember 2024 lalu ada sebanyak lebih dari 5,6 juta jiwa. Ini adalah suatu angka yang sangat besar jika dibandingkan saat saya mulai menjabat di Kantor Cabang Sukabumi pada awal tahun 2021 sebanyak 4,4jt jiwa.
Dengan besarnya jumlah peserta ini, syukur alhamdulillah sejak Juli 2021-Mei 2024 peserta wilayah Kabupaten Sukabumi dapat langsung dijamin saat sakit, begitu juga di Kota Sukabumi sejak Juli 2022 hingga saat ini.
Insya Allah Kabupaten Cianjur juga akan menyongsong previllege yang sama terlebih dengan besarnya komitmen yang sudah diberikan Pemda saat ini sehingga di Nopember 2024 Cianjur mencapai 95% cakupan peserta.
–Program atau masalah BPJS apa saja yang sudah diselasaikan saat ibu jadi Kepala Kantor Cabang Sukabumi?
Ya itu tadi, salah satunya masalah RSUD di Kabupaten Sukabumi yang selama bertahun-tahun belum bekerjasama dengan BPJS tapi sekarang alhamdulilah akhirnya dapat dikerjasamakan dan bisa melayani masyarakat meskipun saat itu masih banyak kekurangan yang perlu segera diselesaikan.
Lalu pemberian jaminan non cut off atau langsung dijamin di hari yang sama untuk wilayah Kabupaten Sukabumi dan Kota Sukabumi, juga adalah hal yang tidak mudah dicapai mengingat besarnya jumlah penduduk.
Alhamdulillah akhirnya bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat saat dibutuhkan. Sebagai catatan Kabupaten Sukabumi adalah Kabupaten pertama yang memperoleh predikat UHC Non Cut Off atau dapat langsung aktif saat didaftarkan di Jawa Barat pada 2021 dengan jumlah peserta yang sangat besar yaitu di atas 2 juta jiwa saat itu.
Kemajuan berbagai Fasilitas Kesehatan di wilayah kerja Kantor Cabang Sukabumi juga merupakan hal baik yang saya kira perlu terus dipertahankan. Perbaikan mutu layanan, mengurai antrian dengan sistem antrian online sehingga Rumah Sakit tidak lagi seperti pasar, meminimalisir keluhan, mendorong penyediaan obat dan penambahan berbagai sarana atau alat Kesehatan di Fasilitas Kesehatan tanpa disadari juga sesungguhnya adalah hal krusial yang menandakan kemajuan jaminan Kesehatan di wilayah kerja Kantor Cabang Sukabumi.

-Lalu Pekerjaan Rumah atau PR apa yang belum dikerjakan dan harus dikerjakan kepala yang baru?
Tentu banyak permasalahan yang timbul dengan dinamika kondisi lapangan selama beberapa tahun ini, baik karena pandemi, pemilu, bencana dan maaslah lainnya, namun dengan kolaborasi seluruh pihak alhamdulillah masyarakat di wilayah kerja Kantor Cabang Sukabumi masih terus dapat menikmati kemudahan JKN saat dibutuhkan.
Dengan pergantian ini saya berharap pekerjaan rumah yang belum terselesaikan dapat dilanjutkan oleh Kepala Cabang yang baru utamanya terkait jaminan UHC Non Cut Off bagi Masyarakat Kab Sukabumi dan Kabupaten Cianjur, sehingga ketika ada masyarakat kurang mampu yang membutuhkan jaminan Kesehatan dan didaftarkan oleh Pemda dapat langsung aktif dan dibantu jaminannya.
Saya juga berharap bahwa kesadaran Masyarakat untuk mendaftar di saat sehat dapat terus ditingkatkan, kepatuhan badan usaha dalam mendaftar dan membayarkan iuran sesuai kondisi sebenarnya juga semakin baik, mengingat setiap pegawai dan keluarganya berhak atas JKN sesuai perundangan.

Hal yang utama juga adalah bagaimana alokasi anggaran yang ada di Pemda betul-betul diperuntukan untuk masyarakat yang membutuhkan, jangan sampai banyak pekerja yang JKN nya justru masih dibiayai Pemerintah baik Pusat atau pun Pemerintah Daerah.
-Terakhir bu, bagaimana penilaian ibu tentang Sukabumi, baik itu orangnya dan alamnya?
Sukabumi wilayah yang indah, bahkan pantainya, gunungnya jauh lebih indah dari wilayah-wilayah lain yang pernah saya temui di Indonesia. Mudah-mudahan ke depan pariwisata Sukabumi semakin maju, sehingga menjadi komoditi yang sangat berharga untuk dijual ke luar dan akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan Masyarakat.
Jika masyarakat Sejahtera tentu mudah membayar iuran JKN secara mandiri. Sehingga terwujudlha masy yang sehat dan sejahtera, yang saya kira itu adalah mimpi kita semua.
Di akhir masa jabatan saya ini, dari hati yang paling dalam saya ucapkan haturunuhun pada seluruh pihak. Pada Pemda, stakeholders lain, tokoh agama dan masyarakat serta khususnya kepada seluruh Masyarakat. Mohon maaf jika ada hal yang kurang berkenan dan semoga wilayah kerja Kantor Cabang Sukabumi semakin maju, gemah ripah, dan sehat sejahtera. Aamiin.
Biodata Dwi Surini :
Nama Lengkap : Dwi Surini, SPd, MM, AAAK
Pendidikan terakhir : Magister Manajemen jurusan MSDM
Usia : 46 Tahun
Suami : Wahyudi, SPd, MM
Karier di BPJS Kesehatan :
-Staf PT Askes Persero 2005
-Asisten Manager PT Askes Persero 2010
-Manager Bidang Perencanaan dan Evaluasi Pelatihan PT Askes Persero – BPJS Kesehatan 2013
-Manager Bidang Perencanaan dan Evaluasi Organisasi BPJS Kesehatan 2018
-Senior Manager Bidang PKKC Kedeputian Wil. Sumatera Utara dan Aceh BPJS Kesehatan 2020
-Senior Manager Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sukabumi 2021
-Senior Manager Lecture Utama Corporate University BPJS Kesehatan 2025





