Punya Tunggakan BPJS Kesehatan Cerita Sri Erni TKW asal Cikakak Sukabumi yang Meninggal di Suriah

Sri Erni (42 tahun), TKW asal Desa Cimaja Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi yang meninggal dunia di Suriah
Sri Erni (42 tahun), TKW asal Desa Cimaja Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi yang meninggal dunia di Suriah

beritausukabumi.com-Jamilah (60 tahun), ibu angkat Sri Erni (42 tahun), TKW asal Desa Cimaja Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi yang meninggal dunia di Suriah bercerita masa sedih Sri Erni.

Jamilah bercerita bahwa sejak kecil Sri Erni sudah diasuh oleh dirinya. Bahkan, kendati bukan merupakan kandungnya sendiri, bersama anak pertamanya Sri Erni, setelah menikah pun Sri Erni masih sering kembali ke rumah Jamilah.

“Dari kecil ikut saya, sampai menikah pun tinggal di rumah saya. Anaknya yang pertama saya urus dari lahir sampai kelas 5 SD,”ungkap Jamilah saat diwawancara, Sabtu (28/9/2024).

Bacaan Lainnya

Jamilah bercerita pula tentang nasib pilu yang dialami Sri Erni dulu. Di mana saat itu, anak pertama Sri Erni mengalami sakit, dan anak pertamanya tidak bisa tak bisa segera mendapatkan perawatan medis karena tunggakan pembayaran BPJS Kesehatan.

Karena sudah dianggap kandungnya sendirinya, Jamilah akhirnya terpaksa menjual gelang emasnya demi melunasi tagihan BPJS Kesehatan, meski pada akhirnya nyawa sang anak tak tertolong.

“Saya jual gelang untuk bayar BPJS yang tiga juta, baru anaknya dikasih tindakan medis, tapi sayangnya sudah meninggal di rumah sakit,”ungkapnya.

Atas kematian anak asuhnya yang dianggap ada kejanggalan itu, Jamilah bertanya-tanya dan jelas merasa begitu kehilangan.”Terakhir Sri Erni telepon sebelum meninggal, tapi sebelumnya dia sering nelpon kalau sering disiksa sama majikannya. Dipukul, makan juga dikasih sedikit meskipun sudah kerja berat,” ujar Jamilah.

Jamilah berharap agar pemerintah segera memulangkan jenazah Sri Erni ke Indonesia. Selain itu, dia juga meminta agar hak-hak almarhum, termasuk gajinya, diberikan kepada keluarga, terutama untuk pendidikan anak-anak yang ditinggalkan.

“Saya mohon kepada pemerintah dan pihak berwenang, tolong jenazahnya segera dipulangkan. Kasihan, dia meninggalkan anak-anak yang masih kecil. Gajinya juga mohon diberikan kepada suaminya buat pendidikan anak-anaknya,”harap Jamilah.

Jamilah mengaku tidak mengetahui detail keberangkatan Sri Erni ke Suriah. Sebelumnya, Sri Erni memang pernah bekerja sebagai TKW di Arab Saudi selama dua tahun dan juga sempat bekerja di pabrik GSI selama enam tahun. Namun, keberangkatan terakhirnya ke Suriah tidak diketahui oleh keluarga secara jelas, termasuk siapa yang menjadi sponsornya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *