PWNU Jawa Barat Resmi Usung KH Aang Abdullah Zein Calon Ketua MUI Jabar 2025–2030

KH Aang Abdullah Zein resmi diusung PWNU Jawa Barat menjadi calon Ketua MUI Jabar. Artikel ini mengulas pendidikan, pengalaman, dan kiprahnya di NU, MUI, serta berbagai organisasi keagamaan.
KH Aang Abdullah Zein (kanan) bersama almarhum ayahandanya almarhum KH Zezen Zainal Abidin Bazul Asyhab (istimewa)

BERITAUSUKABUMI.COM-Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat secara resmi mengeluarkan rekomendasi pencalonan KH Aang Abdullah Zein sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat untuk masa khidmat 2025–2030.

Rekomendasi tersebut ditandatangani jajaran pimpinan PWNU Jawa Barat, yakni Rais Syuriah KH Abun Bunyamin, Katib Syuriah KH Fatahillah, Ketua PWNU KH Juhadi Muhamad, serta Sekretaris PWNU KH Aceng Amrullah.

Dalam surat resmi tersebut, PWNU Jawa Barat menegaskan hasil keputusan Rapat Harian Syuriah dan Tanfidziyyah pada 8 Oktober 2025, yang menyepakati dukungan penuh kepada Dr KH Aang Abdullah Zein, M.Pd.I, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Rais Syuriyah PWNU Jawa Barat, untuk diusung sebagai calon Ketua Umum MUI Jabar pada Musyawarah Daerah mendatang.

Bacaan Lainnya

“Kami menilai KH Aang Abdullah Zein memiliki integritas, kompetensi keilmuan, serta pengalaman organisasi yang kuat untuk memimpin dan memajukan MUI Jawa Barat,” demikian isi surat rekomendasi yang dirilis pada Senin (10/11/2025) lalu.

Profil dan Latar Belakang KH Aang Abdullah Zein

KH Aang Abdullah Zein merupakan ulama muda kelahiran Sukabumi, 16 April 1981. Beliau adalah putra dari pasangan ulama karismatik dan pendiri Pondok Pesantren Azzainiyyah Nagrog Sukabumi, almaghfurlah KH Zezen Zainal Abidin Bazul Asyhab (Pangersa Uwa) dan Hj Yayan Nuryani Zein (Pangersa Umi).

Pendidikan Formal dan Tradisi Pesantren

Riwayat pendidikan Kiai Aang menunjukkan perpaduan kuat antara pendidikan formal dan tradisi pesantren. Beliau menyelesaikan pendidikan dasar hingga Aliyah di lingkungan Pesantren Darurrohman (kini Azzainiyyah) Nagrog Sukabumi.

Pada jenjang pendidikan tinggi:

  • S1 diperoleh dari Fakultas Tarbiyah IAILM Pondok Pesantren Suryalaya, Tasikmalaya (2005)
  • S2 ditempuh di Universitas Islam Nusantara (UNINUS) Bandung (2015)
  • S3 UNINUS diselesaikan pada 2024 dengan prestasi membanggakan, meraih IPK tertinggi dan dinobatkan sebagai wisudawan terbaik

Selain pendidikan formal, Kiai Aang juga berguru di lebih dari sepuluh pesantren ternama di Jawa Barat, Banten, dan Madura. Di antaranya Pondok Pesantren Lebak Wangi Parungkuda Sukabumi, Pesantren Al-Amin Madura, Mursyidul Falah 2 Purwakarta, Al-Basyariyah Bandung, hingga Miftahul Huda Utsmaniyyah Cikole Ciamis.

Pengalaman multipesantren tersebut membentuk keluasan wawasan keilmuan dan memperkokoh karakter kepemimpinannya.

Perjalanan Organisasi dan Pengabdian

Selain dikenal sebagai akademisi dan pengasuh Pesantren Azzainiyyah, KH Aang Abdullah Zein aktif memimpin berbagai organisasi keagamaan dan sosial strategis.

Di Lingkungan Nahdlatul Ulama (NU)

  • Ketua LD PWNU Jawa Barat (2006–2016)
  • Wakil Katib Syuriyah PWNU Jawa Barat (2016–2021)
  • Wakil Rais Syuriyah PWNU Jawa Barat (2021–sekarang)

Di Majelis Ulama Indonesia (MUI)

Beliau berpengalaman dari tingkat kecamatan hingga kabupaten dan kini menjabat:

  • Ketua 5 Dewan Pimpinan Harian MUI Kabupaten Sukabumi (2021–sekarang)

Di Organisasi Tarekat dan Lembaga Lain

  • Wakil Rais Idaroh Wustho JATMAN Jawa Barat
  • Mantan Rais Idaroh Syubiyah JATMAN Kabupaten Sukabumi
  • Anggota Dewan Pakar DPP LDTQN Suryalaya
  • Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Sukabumi

Kehidupan Pribadi

Kiai Aang menikah dengan Ustadzah Hj Nia Kurniati dan dikaruniai empat anak:

  • Ratu Shofiyyah Sirrurrohmah Zein
  • Tubagus Ahmad Ibrohim Zein
  • Tubagus Ahmad Zainal Arifin Zein
  • Tubagus Ahmad Abdurahman Al-Ahdori Zein (alm.)

Visi Kepemimpinan untuk MUI Jawa Barat

Dengan bekal keilmuan yang mendalam, pengalaman organisasi yang solid, serta perannya sebagai pemimpin pesantren, KH Aang Abdullah Zein dinilai memiliki kapasitas untuk memperkuat peran ulama di tengah perkembangan zaman.

PWNU Jawa Barat berharap kehadiran beliau mampu membawa MUI Jabar menjadi lembaga keulamaan yang lebih progresif, adaptif, dan dekat dengan kebutuhan umat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *