BERITAUSUKABUMI.COM-Kebijakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengganti nama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Al Ihsan di Kabupaten Bandung, menjadi Welas Asih menuai sorotan publik.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengungkap alasan penggantian nama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Al Ihsan menjadi Welas Asih.
Dedi bilang, pengambilan nama dari bahasa Sunda untuk mengganti bahasa Arab itu bertujuan untuk menunjukan citra yang lebih akrab dengan masyarakat setempat.
“Lebih dekat dengan kalimat-kalimat dan lebih bisa dipahami oleh masyarakat,” ujarnya di Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, Rabu (2/7/2025) lalu.
Di Sukabumi sendiri ada dua rumah sakit yang mengusung nama Islami, yakni Rumah Sakit Islam (RSI) Assyifa dan RSUD Al‑Mulk.
Keduanya tidak hanya memiliki nilai historis dan spiritual, tetapi juga terus berkembang dalam hal layanan, fasilitas, dan komitmen sosial kepada warga.
RSI Assyifa Sukabumi memiliki perjalanan panjang dalam dunia kesehatan. Didirikan pada tahun 1967 sebagai balai pengobatan, institusi ini berkembang menjadi rumah sakit bersalin pada tahun 1978. Puncaknya terjadi pada 1988 ketika RSI Assyifa diakui sebagai rumah sakit umum swasta pertama di Sukabumi.
Perjalanan rumah sakit ini terus berlanjut. Pada tahun 2010, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menetapkan RSI Assyifa sebagai Rumah Sakit Kelas C.
Dengan peningkatan status tersebut, rumah sakit ini kini mampu memberikan layanan kesehatan yang lebih luas dan profesional kepada masyarakat.
Sementara, RSUD Al‑Mulk hadir sebagai wujud nyata komitmen Pemerintah Kota Sukabumi dalam menyediakan layanan kesehatan yang terjangkau.
Rumah sakit ini didirikan berdasarkan Peraturan Wali Kota Sukabumi Nomor 24 Tahun 2014 dan resmi dioperasikan pada 15 Januari 2015 sebagai RSUD Tipe D Pratama.
Pada tahun 2017, RSUD Al-Mulk ditetapkan sebagai Rumah Sakit Kelas D dengan kapasitas 50 tempat tidur. Keberadaannya memberikan alternatif layanan medis bagi warga Kota Sukabumi dan sekitarnya, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan layanan dasar dan rawat inap.
Tidak hanya fokus pada mutu layanan, RSUD Al-Mulk juga menghadirkan program layanan gratis bagi masyarakat ber-KTP atau Kartu Keluarga (KK) Kota Sukabumi.
Kehadiran RSI Assyifa dan RSUD Al‑Mulk membuktikan bahwa Sukabumi terus berkembang dalam menyediakan layanan kesehatan yang berkualitas dan inklusif.
Dengan nilai-nilai Islami sebagai identitas, kedua rumah sakit ini tak hanya melayani secara profesional, tetapi juga memberikan ketenangan batin bagi para pasien yang berobat di dalamnya.
Kembali ke penggantian nama RSUD Al Ihsan menjadi Welas Asih, Dedi memastikan penggantian nama itu tak semata rebranding identitas rumah sakit.
Tapi juga akan disertai dengan peningkatan kualitas pelayanan dan penambahan fasilitas. Dia bahkan menargetkan kualitasnya setara dengan RS Hasan Sadikin Bandung.
“Setelah ini pasti Al Ihsan akan saya tingkatkan sekelas Hasan Sadikin. Mungkin dalam dua tahun selesai bisa sekelas Hasan Sadikin,” ujarnya.
Dedi menjelaskan perubahan nama tersebut hanya bersifat administratif, dilakukan dengan mengubah Surat Keputusan. Hal tersebut tak mengganggu biaya dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025.
“Nama nggak ada kaitannya. Nama kan nggak ada biaya, cuma ganti nama. Nama itu kan cuma SK,” katanya.
Dengan identitas baru, diharapkan rumah sakit yang berlokasi di kawasan Jalan Baleendah, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat itu bisa menyediakan pelayanan dasar kesehatan yang lebih baik untuk masyarakat.





