WHO Pastikan Wabah MBG Disebabkan Bakteri, Parasit, dan Kontaminasi Kimia

WHO ungkap penyebab wabah MBG: bakteri, parasit, dan kontaminasi kimia. Pemerintah diminta perketat pengawasan keamanan pangan.
Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) ist

BERITAUSUKABUMI.COM-Salah satu hasil penting dari investigasi wabah keracunan massal yang dikaitkan dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akhirnya terungkap.

Uji laboratorium Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memastikan penyebabnya bukan sabotase, melainkan kontaminasi bakteri, parasit, serta bahan kimia pada makanan.

Dalam laporan resminya, WHO menyebutkan kontaminasi tersebut berasal dari proses pengolahan dan distribusi makanan yang tidak sesuai standar keamanan pangan.

Bacaan Lainnya

“Bakteri dan parasit yang ditemukan dalam sampel makanan menunjukkan adanya masalah dalam penyimpanan dan pengolahan. Sementara jejak bahan kimia kemungkinan berasal dari penggunaan bahan tambahan pangan yang tidak sesuai aturan,” tulis WHO dalam laporannya.

Kementerian Kesehatan RI menyambut hasil tersebut dengan komitmen untuk memperbaiki sistem pengawasan. “Temuan ini menjadi bahan evaluasi penting bagi kami. Program MBG tetap berjalan, tetapi dengan penguatan aspek keamanan pangan di setiap dapur penyedia,” ujar Juru Bicara Kemenkes, dr. Mohammad Syahril  Senin (29/9/2025).

Pakar kesehatan masyarakat menilai, hasil uji laboratorium WHO menjadi alarm agar pemerintah pusat dan daerah tidak hanya fokus pada distribusi makanan, tetapi juga pada standar mutu.

“Program makan bergizi gratis adalah kebijakan strategis. Namun tanpa sistem keamanan pangan yang ketat, risiko kesehatan bisa lebih besar daripada manfaatnya,” kata Dr. Ratna Pradipta, ahli gizi dari Universitas Indonesia.

WHO merekomendasikan pemerintah Indonesia untuk melakukan audit berkala, memperkuat pelatihan tenaga dapur, hingga memperketat pengawasan distribusi makanan di sekolah-sekolah. Dengan langkah itu, diharapkan kasus serupa tidak kembali terulang.

Sementara itu, Bupati Sukabumi H. Asep Japar menegaskan pihaknya siap memperketat pengawasan di lapangan. “Kami akan memastikan dapur penyedia makanan memenuhi standar higienitas. Ini bukan hanya soal program, tapi soal keselamatan anak-anak kita,” kata Asep.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *