BERITAUSUKABUMI.COM-Sekretaris Jenderal PBNU, Saifullah Yusuf resmi dilantik Presiden Joko Widodo sebagai Meneri Sosisl (Mensos) baru menggantikan Tri Rismaharini yang undur diri karena maju pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur 2024.
Pelantikan pria yang akrab dipanggil Gus Ipul ini didasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor 102/P Tahun 2024 tentang pengangkatan Menteri Sosial Kabinet Indonesia Maju periode tahun 2019-2024.
Dalam perjalanan karier organisasi dan jabatannya di pemerintah, Gus Ipul merupakan seorang politisi yang saat ini menjabat sebagai Wali Kota Pasuruan sejak 2021.
Pria kelahiran Pasuruan, Jawa Timur, 28 Agustus 1964 ini pernah mengenyam pendidikan di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Nasional (Jakarta) pada 1985.
Melansir data dari situs Nahdlatul Ulama, Gus Ipul dikenal sebagai aktivis sejak duduk di bangku kuliah.
Beliau tercatat pernah menjadi Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di Universitas Nasional Jakarta.
Bahkan, pada tahun yang sama, Gus Ipul juga menjadi Ketua Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) masa khidmah 1990-1995.
Pada periode 2022-2027, Gus Ipul memegang jabatan sebagai Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Jika melihat riwayatnya, Gus Ipul tidak jauh-jauh dari Nahdlatul Ulama. Keaktifannya di NU tidak lepas dari darah yang mengalir di tubuhnya.
Sebagai informasi, Gus Ipul merupakan cicit dari salah satu pendiri NU, yakni KH Bisri Syansuri, Rais ‘Aam PBNU 1971-1980.
Dulu, Gus Ipul juga pernah menjadi Ketua Umum GP Ansor untuk dua periode, yakni 2000-2005 dan 2005-2010. Selain di lingkup NU, rekam jejaknya pun juga ada di lingkup pemerintahan, baik tingkat pusat maupun daerah.
Gus Ipul pernah menjabat sebagai Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) di periode pertama pemerintahan Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Selain dirinya sebagai Wali Kota Pasuruan, Jawa Timur, Gus Ipul juga pernah menjabat sebagai Wakil Gubernur Jawa Timur periode 2009-2019.
Sementara di tingkat legislatif, beliau juga pernah menduduki kursi Senayan sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) 1999-2001.





