BERITAUSUKABUMI.COM-Nama HM Kunang, yang akrab disapa Abah Kunang atau Lurah Kunang, kembali menjadi sorotan publik.
Sosok yang dikenal luas sebagai tokoh jawara dan kepala desa berpengaruh di Kabupaten Bekasi dan Karawang itu dikabarkan ikut diamankan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam operasi tangkap tangan (OTT) bersama anaknya, Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang.
Hingga saat ini, HM Kunang masih tercatat sebagai Kepala Desa Sukadami, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi.
Penangkapannya menambah daftar panjang figur publik daerah yang terseret dalam pusaran penegakan hukum KPK.
HM Kunang bukanlah figur baru dalam dinamika sosial dan politik lokal. Jauh sebelum putranya menduduki kursi Bupati Bekasi, pengaruhnya telah mengakar kuat di berbagai lapisan masyarakat.
Ia dikenal sebagai jawara silat yang disegani sekaligus tokoh masyarakat dengan kepemimpinan bercorak tradisional.
Dalam berbagai kesempatan, HM Kunang kerap menegaskan bahwa keterbatasan pendidikan formal tidak menjadi penghalang untuk berkontribusi bagi masyarakat. Dengan gaya sederhana, ia pernah menyampaikan prinsip hidupnya yang kerap dikenang warga.
“Saya memang tidak sekolah, tapi ingin tetap berguna bagi orang lain,” ujarnya suatu waktu.
Rekam jejaknya di tingkat desa pun terbilang panjang. Selain menjabat Kepala Desa Sukadami, HM Kunang juga dikenal sebagai pendiri organisasi kemasyarakatan seperti Ikatan Putra Daerah (IKAPUD) dan Garda Pasundan. Selama kepemimpinannya, ia disebut aktif mendorong pembangunan desa serta kegiatan sosial.
Dari sisi ekonomi, HM Kunang diketahui memiliki lahan hampir dua hektare yang sebelumnya berupa persawahan. Lahan tersebut kini telah berkembang menjadi kawasan hunian yang dipersiapkan untuk masa depan keluarganya, sebagai buah dari kerja kerasnya selama bertahun-tahun.
Namun, reputasi dan pengaruh besar yang selama ini melekat pada sosok “Kades Jawara” itu kini diuji. Namanya disebut ikut diamankan penyidik KPK dalam rangkaian OTT maraton yang berlangsung pekan ini.
Publik, simpatisan, serta jaringan ormas yang selama ini dekat dengannya masih menanti perkembangan kasus tersebut.
Pertanyaan besar pun mengemuka: mampukah HM Kunang menghadapi badai hukum ini, atau justru semakin terseret bersama pusaran dinasti politik yang tengah dibangun sang putra?
SUMBER : KBE





