BERITAUSUKABUMI.COM–Hasnaeni, perempuan dengan julukan “Wanita Emas” oleh Kejaksaan Agung ditetapkan jadi tersangka kasus dugaan korupsi penyelewengan penggunaan dana PT Waskita Beton Precast di tahun 2016-2020, pernah menebar kebaikan di Sukabumi.
Hasnaeni yang kini video penahanannya oleh tim Kejaksaan Agung viral diberitakan, pernah ke Sukabumi pada saat acara bakti sosial bagi-bagi duit dan masker dalam rangka membantu warga nelayan yang terdampak Covid-19 di Dermaga atau Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu (PPNP) pada tahun 2021 lalu.
Acara bagi-bagi duit dan masker Hasnaeni di Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi saat itu juga sempat viral diberitakan.
Dalam video yang beredar, petugas security PPNP yang diketahui bernama Nanang tersebut langsung berteriak meminta kegiatan dibubarkan karena tidak ada izin dan berkerumun.
Saat berusaha membubarkan kegiatan kader Partai Emas. Ketua Umum Hasnaeni tengah asyik diwawancara berbagai media.
“Maaf kegiatannya bubarin aja, harus ada izin. Harus ada izin, masyarakat juga harus ada izin, iya soalnya ini berkerumun, silahkan aja bubarkan, harus ada izinnya dulu,”tegur Nanang petugas Satpam PPNP, di Dermaga Palabuhanratu, Senin (9/8/2021) saat itu.
Di kawasan PPNP dan Tempat Pelelangan Ikan (TPI), Hasnaeni keliling, menegur dan memberikan masker ke beberapa warga yang tidak menggunakan masker. Selain masker, Hasnaeni juga memberikan uang sebesar Rp 50 ribu bagi warga yang dijumpainya.
LIHAT JUGA
- Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi yang Baru Minta Dukungan Masyarakat
- Ketum Partai Emas Minta Maaf atas Keributan di Dermaga Palabuhanratu
Tim Hasnaeni memberikan pembelaan. Mereka berdalih kedatangannya adalah untuk membantu masyarakat. Namun Nanang bersikukuh bahwa kegiatan itu harus ada izin.“Minta izinnya dulu, maaf walau membantu masyarakat juga harus ada izin,”tegas Nanang.
Namun, tim dari Hasnaeni tidak terima. Pasalnya mereka tetap mengikuti protokol kesehatan ketika mengadakan acara tersebut.“Kita mengikuti protokol enggak? Lihat kita ikuti protokol enggak,” teriak salah seorang anggota tim Hasnaeni.
Menanggapi insiden ini, Hasnaeni menyayangkan pengusiran dan pembubaran yang dilakukan petugas security PPNP. Ini lantaran partainya melakukan kegiatan yang sebenarnya sangat membantu warga dan masyarakat nelayan yang terdampak pandemi Covid-19.
“Saya ini niat baik saya hanya ingin membantu mereka memberikan masker dan memberikan bantuan uang sebesar 50 ribu. Eh datang security marah-marah. Tapi mungkin tadi orang saya juga udah izin, mungkin ada miskomunikasi keributan kecil. Saya minta maaf atas ketidaknyamanan ini kepada masyarakat. Saya hanya ingin menyelamatkan mereka karena keluarga mereka menunggu di rumah,”kata Hasnaeni kepada wartawan.
Sebelum dilakukan penahanan, Direktur Utama PT Misi Mulia Metrikal ini sempat meminta dirawat di Rumah Sakit MMC Jakarta. Akan tetapi setelah tim Kejaksaan Agung konsultasi dengan dokter, Hasnaeni akhirnya tetap digiring untuk dilakukan penahanan.
editor : Irwan Kurniawan





