BERITAUSUKABUMI.COM-Ancaman pergeseran tanah di Kampung Gempol kian mengkhawatirkan. Hujan lebat yang mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir menyebabkan kondisi permukiman warga semakin tidak stabil.
Data sementara mencatat sebanyak 15 rumah mengalami kerusakan total, sementara puluhan rumah lainnya berada dalam kondisi rawan dan terancam ambruk.
Salah satu rumah yang terdampak paling parah dialami oleh Yeni, warga setempat, yang kini terpaksa meninggalkan rumahnya karena sudah tidak aman untuk dihuni.
Bangunan rumah milik Yeni terlihat miring tajam akibat pergerakan tanah. Struktur rumah mengalami kerusakan serius hingga akses pintu utama tak lagi dapat digunakan.
“Pintu sudah tidak bisa dibuka. Kalau mau keluar atau masuk, harus lewat jendela,” kata Yeni saat ditemui di lokasi, Jumat (26/12/2025).
Situasi semakin mencekam ketika hujan deras turun sejak Kamis malam. Sekitar pukul 01.00 WIB, sebagian rumah Yeni kembali runtuh disertai suara benturan keras yang membuat warga sekitar panik.
“Bunyinya keras sekali. Kami langsung keluar rumah karena takut roboh semua,” ujarnya.
Dalam kondisi darurat dan penuh ketakutan, Yeni menghubungi Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, melalui panggilan video. Ia berharap ada langkah cepat dari pemerintah untuk menyelamatkan warga terdampak.
“Kami tidak menuntut macam-macam. Kami hanya butuh tempat aman sementara. Tenda pun tidak apa-apa, yang penting kami selamat,” ucapnya dengan suara bergetar.
Menanggapi laporan tersebut, Budi Azhar Mutawali memastikan telah menyampaikan kondisi warga Kampung Gempol kepada Bupati Sukabumi agar segera dilakukan peninjauan langsung ke lokasi.
“Saya sudah melaporkan langsung kepada Pak Bupati. Mudah-mudahan segera ada tindak lanjut untuk turun ke lapangan dan menentukan langkah penanganan,” ujar Budi Azhar.
Ia menegaskan akan terus mengawal persoalan ini dan berkoordinasi dengan jajaran pemerintah daerah, termasuk Bupati dan Wakil Bupati Sukabumi, agar warga mendapatkan solusi secepatnya.
“Insya Allah saya akan terus memantau dan mendorong agar ada penanganan konkret demi keselamatan warga,” tegasnya.
Hasil pantauan di lapangan menunjukkan kerusakan cukup luas. Reruntuhan bangunan tampak berserakan, beberapa rumah roboh, dan kontur tanah di sekitar permukiman masih menunjukkan pergerakan aktif.
“Bukan hanya satu atau dua rumah. Kurang lebih ada 101 rumah yang terdampak,” ungkap salah seorang warga.
Diketahui, fenomena pergeseran tanah di Kampung Gempol telah berlangsung hampir satu tahun. Curah hujan tinggi dalam beberapa waktu terakhir mempercepat kerusakan tanah dan bangunan.





