BERITAUSUKABUMI.COM– Sebanyak 138 warga di Kampung Tugu, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menjadi korban dugaan keracunan massal setelah menyantap makanan dari sebuah acara pengajian. Peristiwa ini terjadi pada Sabtu (23/8/2025) malam dan terus berlanjut hingga Minggu (24/8/2025).
Puluhan korban harus mendapatkan perawatan intensif di puskesmas dan rumah sakit setempat. Gejala yang dialami warga umumnya berupa mual, muntah, pusing, hingga diare setelah mengonsumsi hidangan yang disajikan panitia acara.
Fenomena ini menjadi perhatian serius lantaran menyangkut kesehatan masyarakat dalam skala besar, mengingat makanan yang disajikan biasanya dikonsumsi oleh ratusan tamu sekaligus.
Menurut sejumlah ahli kesehatan, ada beberapa faktor utama yang dapat memicu keracunan makanan pada acara semacam ini.
1. Pengolahan Makanan Kurang Higienis
Banyak makanan hajatan dimasak dalam jumlah besar dan dikerjakan secara gotong royong. Proses pengolahan yang kurang memperhatikan kebersihan, seperti tidak mencuci tangan dengan benar, peralatan masak yang tidak steril, atau bahan makanan yang tercemar, dapat memicu bakteri berkembang biak.
2. Penyimpanan Tidak Sesuai Standar
Makanan sering dimasak sejak pagi, sementara acara baru berlangsung siang atau sore hari. Penyimpanan yang tidak tepat, terutama tanpa pendingin, membuat makanan cepat basi atau terkontaminasi bakteri berbahaya seperti Salmonella dan E. coli.
3. Bahan Makanan Kurang Segar
Untuk menekan biaya, beberapa panitia menggunakan bahan makanan yang sudah tidak segar. Misalnya, daging ayam atau ikan yang tidak disimpan dalam suhu ideal. Hal ini meningkatkan risiko keracunan.
4. Air dan Es yang Tidak Bersih
Air minum dan es kerap menjadi sumber utama keracunan karena terkontaminasi bakteri maupun zat kimia. Di sejumlah kasus di Sukabumi, konsumsi es batu dari sumber yang tidak higienis sering dikaitkan dengan diare massal pasca-hajatan.
5. Kurangnya Edukasi Keamanan Pangan
Sebagian besar masyarakat belum memahami standar keamanan pangan. Padahal, edukasi sederhana seperti cara mencuci sayur, mengolah daging, hingga menjaga suhu penyimpanan bisa mencegah kasus keracunan.
Belajar dari Kasus di Sukabumi
Di Sukabumi, beberapa kali terjadi insiden keracunan makanan massal usai acara hajatan maupun pengajian. Ratusan warga harus mendapatkan perawatan medis setelah menyantap makanan yang diduga tercemar. Kasus ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan kesehatan pangan, terutama dalam acara besar yang melibatkan banyak orang.
Langkah Pencegahan
-
Pastikan bahan makanan segar dan berkualitas.
-
Gunakan air bersih dan es dari sumber terpercaya.
-
Terapkan prinsip kebersihan dalam pengolahan dan penyajian.
-
Simpan makanan pada suhu yang sesuai.
-
Jika memungkinkan, libatkan tenaga katering atau juru masak berpengalaman yang memahami standar higienitas.





