Kunjungan Gubernur Jabar KDM ke Yogyakarta Sempat Tuai Penolakan Pelaku Wisata

Kunjungan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi ke Sleman diwarnai spanduk penolakan dari warga dan pelaku wisata. Mereka menuding kebijakan larangan study tour telah memukul sektor pariwisata lokal. Kritik tajam pun disuarakan: “Jangan Jadikan DIY Bahan Konten!”
Gubernur Jawa Barat, KDM disambut warga saat berada di Sleman Yogyakarta (tangkaplayar)

BERITAUSUKABUMI.COM-Kedatangan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) ke Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (5/8/2025), untuk menghadiri Konser Kebangsaan memicu gelombang penolakan dari warga setempat.

Sejumlah spanduk bernada kritis terlihat terbentang di berbagai titik strategis, menyampaikan kekecewaan atas kebijakan kontroversial sang gubernur.

Salah satu spanduk bertuliskan tegas: “Jangan Jadikan DIY Bahan Konten!” sindiran tajam terhadap gaya komunikasi publik KDM yang dianggap lebih mengedepankan pencitraan ketimbang substansi kebijakan.

Penolakan ini muncul sebagai bentuk protes terhadap larangan study tour pelajar Jawa Barat ke luar daerah, kebijakan yang dinilai berimbas langsung pada sektor pariwisata di DIY dan Jawa Tengah. Banyak pelaku wisata lokal mengaku kehilangan penghasilan akibat pembatalan kunjungan dari rombongan sekolah.

“Sejak larangan itu diterapkan, banyak pembayaran awal (DP) wisata yang dibatalkan sepihak,” ujar Dardiri, perwakilan Asosiasi Jasa Wisata dan Layanan Masyarakat (AJWLM) Wilayah Barat, Selasa (5/8/2025).

Dardiri mengonfirmasi bahwa unjuk rasa spanduk tersebut bukan bagian dari aksi terkoordinasi organisasi mana pun. Ia menegaskan, ekspresi warga dan pelaku usaha itu muncul secara spontan sebagai bentuk kekecewaan yang sudah memuncak.

Larangan study tour oleh Gubernur Jawa Barat sebelumnya diberlakukan sebagai bentuk respons terhadap sejumlah insiden kecelakaan rombongan pelajar.

Namun, langkah ini menuai kritik karena dianggap menutup ruang edukasi luar kelas sekaligus mematikan roda ekonomi pelaku wisata di luar Jawa Barat.

Forum Wisata Yogya-Jateng menjadi salah satu kelompok yang paling vokal menyuarakan dampak dari kebijakan tersebut.

Mereka menyebut, kunjungan pelajar dari Jabar sebelumnya menjadi sumber pemasukan utama di berbagai destinasi wisata edukatif di DIY dan sekitarnya.

Kedatangan KDM ke Sleman yang semula diagendakan untuk memperkuat nilai-nilai kebangsaan melalui konser budaya justru berubah menjadi sorotan publik.

Deretan spanduk bernada penolakan, mulai dari yang menyindir hingga yang secara langsung menolak kehadiran, menarik perhatian warga maupun pengguna media sosial.

Meski demikian, hingga acara selesai, Gubernur Dedi Mulyadi tidak memberikan pernyataan resmi terkait aksi protes tersebut. Kehadirannya di acara tetap berlangsung dengan penjagaan ketat dari aparat keamanan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *