JKN Ringankan Beban Keluarga Gina: Ayah Jalani Pengobatan Stroke Tanpa Cemas Biaya

Gina (24), warga Sukabumi, menjadi saksi langsung bagaimana program yang dikelola BPJS Kesehatan ini menyelamatkan keluarganya dari tekanan finansial ketika sang ayah terserang stroke pada awal Mei 2025 lalu.
Gina (24), warga Sukabumi, menjadi saksi langsung bagaimana program yang dikelola BPJS Kesehatan ini menyelamatkan keluarganya dari tekanan finansial ketika sang ayah terserang stroke pada awal Mei 2025 lalu.

BERITAUSUKABUMI.COM-Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kembali membuktikan manfaat nyatanya di tengah masyarakat. Gina (24), warga Sukabumi, menjadi saksi langsung bagaimana program yang dikelola BPJS Kesehatan ini menyelamatkan keluarganya dari tekanan finansial ketika sang ayah terserang stroke pada awal Mei 2025 lalu.

“Bapak saya terdaftar JKN sejak delapan atau sembilan tahun lalu. Awalnya di kelas 2, sekarang kelas 3 sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI),” ujar Gina, menceritakan awal keterlibatan keluarganya dalam program JKN.

Insiden stroke yang dialami ayah Gina bermula dari tekanan darah tinggi usai terjatuh. Tanpa menunda waktu, keluarga Gina membawa sang ayah ke Puskesmas Gunungguruh.

Bacaan Lainnya

Di sana, ayahnya langsung mendapatkan pemeriksaan awal dan rujukan ke rumah sakit dengan pelayanan cepat tanpa pungutan biaya.

“Langsung kami bawa ke Puskesmas, lalu dirujuk ke rumah sakit. Alhamdulillah, semua gratis, hanya perlu biaya perjalanan saja,” kenangnya.

Setibanya di rumah sakit di Kota Sukabumi, ayah Gina langsung mendapat penanganan darurat. Meski sempat menunggu dokter karena bertepatan dengan waktu salat Jumat, sang ayah akhirnya mendapatkan kamar rawat inap. Semua biaya perawatan ditanggung penuh oleh BPJS Kesehatan.

Kini, sang ayah rutin menjalani kontrol sebagai bagian dari proses pemulihan. Seluruh pemeriksaan lanjutan pun tetap dijamin penuh oleh JKN, tanpa ada beban tambahan bagi keluarga.

“Alhamdulillah, kontrol rutin pun dibiayai BPJS. Kami sangat terbantu, jadi bisa fokus ke pemulihan bapak tanpa khawatir soal biaya,” ujar Gina.

Tak hanya di layanan langsung, Gina juga aktif memanfaatkan teknologi digital melalui aplikasi Mobile JKN. Menurutnya, aplikasi ini sangat membantu dalam mengurus administrasi seperti perubahan data faskes atau kelas rawat, tanpa harus datang ke kantor cabang.

“Mobile JKN sangat membantu. Kita bisa daftar antrean online, jadi enggak perlu antre lama. Hemat waktu dan tenaga,” tambahnya.

Meski demikian, Gina berharap pelayanan di fasilitas kesehatan bisa terus ditingkatkan. Ia mengakui masih ada kendala waktu tunggu akibat keterlambatan kedatangan dokter.

“Kadang kami menunggu cukup lama karena dokter belum datang. Tapi saya berusaha berpikir positif, mungkin karena perjalanan jauh atau macet,” tuturnya.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sukabumi, Sawal Sani Tarigan, turut mengapresiasi pengguna aktif JKN seperti Gina. Ia mengimbau masyarakat agar selalu memastikan status kepesertaannya aktif, terutama melalui fitur-fitur yang tersedia di aplikasi Mobile JKN.

“Dengan kepesertaan aktif, masyarakat bisa merasa tenang saat butuh layanan kesehatan. Seperti Gina, peserta aktif yang rutin menggunakan aplikasi Mobile JKN untuk kemudahan akses layanan,” ujar Sawal.

Program JKN bukan hanya soal layanan kesehatan, tapi juga jaminan rasa aman di tengah ketidakpastian. Bagi keluarga Gina, JKN telah menjadi jaring pengaman yang nyata ketika menghadapi kondisi darurat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *