Fajar Riza Ulhaq Pria Kelahiran Sukabumi Calon Wakil Menteri Presiden Terpilih Prabowo Subianto

Calon wakil menteri kelahiran Sukabumi itu ialah Fajar Riza Ulhaq. Pria kelahiran 1 Februari 1979 yang pernah mengenyam pendidikan sekolah dasar di SD Negeri Cibunar I Kadudampit, Kabupaten Sukabumi (1986-1992) dan lulusan Madrasah Tsanawiyah YASTI 1 Cisaat, Kabupaten Sukabumi di 1992-1995 ini dipastikan akan jadi wakil menteri yang membidangi masalah sumber daya manusia.
Fajar Riza Ulhaq (dokpribadi)

beritausukabumi.com-Salah satu calon menteri atau wakil menteri yang dipanggil Presiden terpilih Prabowo Subianto untuk masuk di jajaran kabinet pemerintahan yang akan dipimpinnya diketahui merupakan kelahiran Sukabumi.

Calon wakil menteri kelahiran Sukabumi itu ialah Fajar Riza Ulhaq. Pria kelahiran 1 Februari 1979 ini pernah mengenyam pendidikan sekolah dasar di SD Negeri Cibunar I Kadudampit, Kabupaten Sukabumi  pada tahun1986-1992. Lalu menematkan pendidikan Madrasah Tsanawiyah (MTs) YASTI 1 Cisaat, Kabupaten Sukabumi di 1992-1995.

Fajar Riza Ulhaq dipastikan akan jadi wakil menteri yang membidangi masalah sumber daya manusia.

Bacaan Lainnya

“Saya diberi tugas oleh Pak Prabowo sebagai wakil menteri untuk membantu salah satu menteri yang membidangi sumber daya manusia. Mohon doa dan dukungannya,”ujar Fajar Riza Ulhaq seperti dikutip beritausukabumi.com dari Tribunnews.com, Rabu (16/10/2024).

Sebelum dipanggil Prabowo Subianto untuk menempati posisi wakil menteri yang membidangi sumber daya manusia, Fajar Riza Ulhaq pernah menduduki jabatan staf khusus Staf Khusus Menteri Pendidikan dan Kebudayaan era Muhadjir Effendy dan Staf Khusus Menteri Sekretaris Negara era Pratikno.

Sebelum menjadi staf khusus menteri, Fajar Riza Ulhaq adalah seorang aktivis, penulis buku dan intelektual Indonesia.

Fajar Riza Ulhaq pernah menjadi Ketua Umum Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiwa Muhammadiyah Sukoharjo periode 2000-2001 dan sekarang Ketua LKKS PP Muhammadiyah 2022-2027.

Latar belakang pendidikan Fajar Riza Ulhaq tidak perlu diragukan lagi, Fajar Riza Ulhaq mengenyam pendidikan tinggi di Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).

Pada saat yang sama, Fajar Riza Ulhaq juga menjadi santri di Pondok Muhammadiyah Hajjah Nuriyah Shabran. Fajar Riza Ulhaq meraih gelar sarjana dari UMS pada tahun 2002.

Fajar Riza Ulhaq kemudian melanjutkan pendidikan di Center for Religious and Cross Cultural Studies, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Di kampus tersebut, Fajar Riza Ulhaq lulus pada tahun 2006.

Fajar Riza Ulhaq melanjutkan pendidikan Doktoral di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta dan lulus pada tahun 2024.

Pada 2009, Fajar Riza Ulhaq mengikuti Chevening Fellowship di Universitas Birmingham, Britania Raya.

Fajar Riza Ulhaq juga berkesempatan untuk mengikuti The 17 New Generation Seminar, the East West Centre, Hawai (2007), Facilitation of Dialogue Process and Mediation Efforts, Folke Bernadotte Academy, Swedia (2007), dan Program Australia-Indonesia Young Muslim Leaders Exchange (2005).

Ketika kuliah di UMS, Fajar aktif di Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial (PSBPS) UMS. Di lembaga tersebut, ia dipercaya sebagai Liaison Program Officer.

Saat itu, Fajar Riza Ulhaq juga aktif di Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). Ia sempat menjadi Ketua PC IMM Sukoharjo, DPD IMM Jawa Tengah, dan Dewan Pimpinan Pusat IMM, dan sekretaris bidang Hikmah PP Pemuda Muhammadiyah.

Fajar Riza Ulhaq kemudian dipercaya sebagai Direktur Eksekutif Maarif Institute di Jakarta.

Berikut Riwayat Pendidikan Fajar Riza Ulhaq :

1. SDN Cibunar I, Kadudampit, Sukabumi (1986-1992)
2. Madrasah Tsanawiyah YASTI 1 Cisaat, Sukabumi (1992-1995)
3. Madrasah Aliyah Keagamaan Khusus (MAKN) Darussalam, Ciamis (1995-1998)
4. Pondok Pesantren Muhammadiyah Hajjah Nuriyah Shabran, Solo (1998-2002)
5. Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Surakarta (1998-2002)
6. Program Master Studi Agama dan Lintas Budaya, Fakultas Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (2004-2006)
7. Center for Studies in Security and Diplomacy (Chevening Fellowship), Universitas Birmingham, Inggris (2009)
8. Sloan School of Management, Massachusetts Institute of Technology (MIT), Amerika (2011-2012)
9. School of Economics and Management (SEM), Universitas Tsinghua, Rep. Rakyat Tiongkok (2013)
10. Program Doktor Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan, Sekolah Pascasarjana, Universitas Gadjah Mada (2021-2024).

sumber : tribun dan wikipedia

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *