BERITAUSUKABUMI.COM-Proses penjaringan bakal calon (balon) Ketua DPD KNPI Kabupaten Sukabumi Periode 2025-2028 resmi ditutup pada Selasa malam, 13 Mei 2025, tepat pukul 23.59 WIB.
Dari total 14 kandidat yang mengambil formulir pendaftaran balon Ketua DPD KNPI Kabupaten Sukabumi tersebut, hanya lima orang yang mengembalikan berkas tepat waktu, sementara sembilan lainnya dinyatakan gugur karena tidak menyerahkan kembali dokumen persyaratan.
Dengan resmi ditutupnya masa pengembalian berkas, sorotan kini tertuju pada kelima bakal calon yang siap bertarung dalam Musda/KNPI XVI Kabupaten Sukabumi yang akan dihelat 26 Mei 2025 nanti.
Ketua Steering Committee (SC) Musda Pemuda/KNPI XVI Kabupaten Sukabumi, Sahdan Maulana, mengatakan pihaknya telah memberikan waktu yang cukup bagi para bakal calon untuk melengkapi dan mengembalikan formulir pendaftaran.
“Kami membuka ruang seluas-luasnya bagi seluruh pemuda terbaik Kabupaten Sukabumi untuk ikut serta dalam kontestasi ini. Namun, deadline pengembalian berkas adalah hal mutlak dan menjadi bagian dari kedisiplinan administrasi yang harus dihormati,” tegas Sahdan dikonfirmasi BERITAUSUKABUMI.COM, Rabu (14/5/2025).
Lima Kandidat resmi mengembalikan formulir itu antara lain, Yandra Utama Santosa, Hadi Azka Nugraha, Restu Martiani, Angga Perwira dan Riandi.
“Kelima nama tersebut semua kelengkapan administrasinya kini sedang kami proses dan seleksi apakah lolos atau tidak jadi calon Ketua DPD KNPI Kabupaten Sukabumi. Kami (Tim SC) akan melakukan verifikasi lebih lanjut terhadap kelengkapan administrasi dan kelayakan calon sampai pada pengundian nomor urut sebelum agenda Musda digelar,”papar Sahdan.
Dari lima nama itu, satu diantaranya merupakan anak kandung politisi gaek Sukabumi, Iman Adinugraha yaitu Hadi Adza Nugraha, dan mantan ajudan Bupati Sukabumi, Marwan Hamami, Angga Prawira yang kini berpropesi sebagai lawyers.
Sedangkan sembilan kandidat yang tidak mengembalikan formular yakni Iqbal Purwa Nugraha, Muhammad Iqbal, Kris Dwi Purnomo, Ginanjar, M. Dede Iswandi, Indra Lesmana D, Eriyudin Apriasmun, Ismail Shaleh dan Muhammad Mulki.
Menurut Sahdan, ketidakhadiran atau ketidaksiapan para kandidat ini menjadi catatan tersendiri. Meski demikian, ia mengapresiasi semangat dan partisipasi yang telah ditunjukkan.
“Kami tidak tahu pasti alasan mereka tidak mengembalikan formular pendaftaran, tapi kami tetap mengapresiasi mereka yang telah menunjukkan minat,”ucapnya.
Sahdan menambahkan, Musyawarah Daerah (Musda) kali ini bukan hanya menjadi ajang perebutan posisi Ketua, tetapi juga sebagai momentum penting untuk menunjukkan kualitas dan integritas pemuda Kabupaten Sukabumi.
“KNPI harus diisi oleh sosok yang siap bekerja, membangun sinergi, dan membawa semangat kolaborasi lintas OKP. Kita butuh pemimpin muda yang visioner dan progresif,”tandasnya.





