beritausukabumi.com-Beredar video sejumlah orang yang mengaku kader Partai Golkar Palabuhanratu menyatakan dukungan terhadap Pasangan Calon Bupati-Wakil Bupati Sukabumi, Iyos Soemantri-Zainul.
Dalam video berdurasi kurang lebih 50 detik tersebut, nampak jelas sejumlah orang yang didominasi perempuan berjilbab mengenakan kaos Iyos-Zainul dengan dan atribut berwarna kuning berlogo Partai Golkar.
“Kami kader Golkar Palabuhanratu siap mendukungan pasangan bapak haji Iyos Soemantri dan bapak haji Zainul sebagai calon bupati dan wakil bupati Kabupaten Sukabumi periode 2024-2029. Dan kami siap dengan segala konsekwensinya, apal mereun, yang penting asyik, sekali lagi asyik,”demikian kalimat yang disampaikan seorang perempuan di video yang diterima beritausukabumi.com, Senin (16/9/2024).
Belum diketahui secara pasti, kapan dan di mana video itu dibuat, termasuk motif sejumlah orang yang ada di video yang mengaku kader Golkar Palabuhanratu tersebut menyatakan dukungan di Pilkada Kabupaten Sukabumi 2024 ke Iyos-Zainul.
Padahal, sebagaimana diketahui, Partai Golkar di Pilkada Kabupaten Sukabumi 2024 sudah resmi mengusung dan mendukung pasangan calon Asep Japar dan Andreas.
“Orang2 tdk dikenal itu mah, Cuma 16 orang. Angin berlalu…,”singkat Ketua Harian DPD Partai Golkar Kabupaten Sukabumi, Deni Gunawan kepada beritausukabumi.com melalui perpesanan Whats App, Senin (16/9/2024).
Dikonfirmasi terpisah salah satu fungsionaris DPD Partai Golkar Kabupaten Sukabumi, Irfan Aziz menegaskan akan melakukan investigasi terkait video tersebut.
“Iya kami sudah menerima juga video itu, sekarang kami sedang investigasi bersama PK Golkar Palabuhanratu, apakah benar mereka yang ada di video itu kader Golkar atau bukan,”ungkapnya.
Irfan menegaskan dalam investigasi nanti, pihaknya justru akan mencari siapa aktor dibalik video dukungan kader Golkar ke pasangan Iyos-Zainul.
“Biasalah dalam politik, pasti ada yang begitu sudah tidak aneh, tapi kami akan fokus investigasi siapa aktor utama dibelakang layar video dukungan itu,”tandasnya.
Meski hal biasa dalam dinamika politik, Irfan tetap menyayang jika ada orang yang mengaku kader Golkar tapi masih berbeda dukungan atau pilihan dengan keputusan tinggi Partai Golkar.
“Iya harusnya sih jangan begitu, kalau merasa kader partai, tunjukkan sikap loyal terhadap partai, jangan bermanuver apalagi mau dimanfaatkan untuk kepentingan sesaat. Atau bisa jadi mereka hanya pakai baju Golkar saja dan tidak berKTA,”tegasnya.





