BERITAUSUKABUMI.COM- Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, kembali menunjukkan aksi atau gaya kepemimpinannya yang khas dan tegas namun humanis.
Seperti pada Kamis (10/4/2025), saat bertandang ke Sukabumi untuk menghadiri acara hari jadi Kota Sukabumi ke 111, dan sidak ke tambang di Simpenan Kabupaten Sukabumi, kala Dedi Mulyadi dan rombongan melintas di Jalan Cikukulu tepatnya di Desa Cisande Kecamatan Cicantanyan Kabupaten Sukabumi, Dedi berhenti untuk hentikan penggalangan dana pembangunan untuk Masjid Al-Abror yang dilakukan di jalanan yang ia lewati bersama rombongannya.
“Meminta sumbangan di jalanan harus dihentikan. Selain bikin macet, ini juga bisa merusak citra umat Islam yang sesungguhnya indah dan tertib,” tegas pria yang lebih populer dengan sebutan KDM ini kepada para penggalang dana dan warga yang hadir.
Dedi Mulyadi mengingatkan bahwa saat ini ada banyak cara yang lebih efektif dan aman untuk menggalang dana, salah satunya melalui platform digital. Dengan cara ini, masyarakat bisa berkontribusi tanpa harus merasa terganggu saat berkendara.
“Di zaman sekarang, kita bisa menggalang dana melalui berbagai saluran yang lebih modern dan terorganisir. Dengan begitu, kita bisa mencapai tujuan tanpa mengganggu aktivitas sehari-hari,” ujar Dedi Mulyadi.
Tak hanya memberi arahan larangan meminta dana untuk pembangunan masjid di jalan umum. Dalam kesempatan itu, KDM juga langsung menyalurkan bantuan sebesar Rp30 juta untuk mendukung kelanjutan pembangunan Masjid Al-Abror.
Bantuan ini menjadi bukti nyata komitmen beliau terhadap penguatan nilai-nilai keagamaan dan fasilitas ibadah, tanpa mengabaikan ketertiban umum.
Selain masalah pungutan dana di jalan umum yang dikritisi KDM, ada satu hal lain yang tak luput dari perhatian sang Gubernur pada saat masih berada di lokasi dekat masjid Abror itu. Perhatian Dedi tertuju pada sampah yang menumpuk di sungai yang menjadi akses utama menuju masjid Abror.

“Buang sampah ke sungai itu termasuk dosa. Sungai harus dijaga kebersihannya karena ia bukan tempat sampah. Lingkungan yang bersih adalah bagian dari iman,” ujar Dedi Mulyadi sambil menunjuk tumpukan sampah yang menghalangi aliran sungai.
Kehadiran KDM kali ini bukan hanya soal bantuan dana, tapi juga edukasi moral dan sosial. Ia ingin masyarakat sadar bahwa membangun masjid bukan hanya tentang mendirikan fisik bangunan, tetapi juga membangun kesadaran spiritual dan sosial yang bersih dan tertib.
Kunjungan tersebut pun diakhiri dengan kerja bakti singkat membersihkan area sungai bersama warga, sebagai bentuk nyata ajakan menjaga kebersihan lingkungan.





