Tragedi Kanjuruhan, Raja Arab dan Raja Inggris Ikut Ucapkan Belasungkawa

raja arab dan raja inggris belasungkawa
Presiden Joko Widodo saat menjenguk korban tragedi Kanjuruhan/foto:setpres

BERITAUSUKABUMI.COM-Tragedi Kanjuruhan sudah jadi perhatian dunia. Buktinya Raja Arab Saudi Salman dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman serta Raja Inggris, Charles III menyampaikan belasungkawa kepada Presiden Indonesia Joko Widodo terkait tragedi Kanjuruhan di Malang, setelah 131 orang tewas 300 lainnya terluka dalam tragedi memilukan tersebut.

“Kami telah mengetahui berita tentang korban penyerbuan yang terjadi selama pertandingan sepak bola dan mengakibatkan kematian dan cedera,” kata Raja Salman dikutip dari beritasatu.com

“Kami mengirimkan ucapan belasungkawa yang terdalam kepada Anda, keluarga almarhum, dan orang-orang Indonesia… Semoga Tuhan memberikan pemulihan yang cepat kepada yang terluka, dan melindungi Anda dan rakyat Indonesia dari semua hal buruk,” tambah raja.

Bacaan Lainnya

Pangeran Mohammed juga mengirim kabel belasungkawa di mana dia berharap yang terluka segera pulih.

LIHAT JUGA : Bareng Polisi, Viking Kerajaan Sukabumi Doa Bersama untuk Tragedi Kanjuruhan

Disalin dari CNN Indonesia, cuapan duka juga disampaikan Raja Inggris, Charles III. Dalam unggahan di Instagram, Charles menyampaikan rasa dukanya.”Saya dan istri saya turut berduka mendengar mendengar hilangnya banyak nyawa dan cedera dalam pertandingan sepak bola yang terjadi di Malang pada 1 Oktober,” tulis Charles di akun @theroyalfamily.

Dalam caption yang ikut diunggah, Raja Charles III telah menyampaikan dukanya kepada presiden Joko “Jokowi” Widodo.”Saya menyampaikan belasungkawa yang tulus kepada keluarga yang terkena dampak dan masyarakat Indonesia di masa yang sulit ini,” tulis Charles.

Tragedi Kanjuruhan memang menyedot perhatian internasional, termasuk pemimpin dan kepala negara asing. Insiden ini terjadi usai laga Arema melawan Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, pada Sabtu (1/10).

Kericuhan ini bermula ketika skuad tuan rumah, Arema, kalah dalam laga melawan Persebaya dengan skor 2-3. Tak terima, sejumlah pendukung Arema turun dari tribun ke tengah lapangan. Karena situasi kian kacau, kepolisian sempat mengadang penonton, kemudian menembakkan gas air mata.

Namun, gas air mata itu tak hanya ditembakkan ke arah pendukung yang turun ke lapangan, tapi juga ke tribun penonton. Para pengunjung pun panik.
Massa lantas berdesak-desakan keluar dari stadion. Di tengah kepanikan itu, banyak penonton mengalami sesak napas, terjatuh, dan terinjak-injak hingga tewas.

Akibat insiden ini, setidaknya 131 nyawa melayang dan ratusan orang lainnya terluka akibat insiden ini. Dengan angka korban begitu tinggi, tragedi Kanjuruhan ini tercatat sebagai insiden di sepak bola paling mematikan kedua sepanjang sejarah.


copy editor : Irwan Kurniawan

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *