BERITAUSUKABUMI.COM – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Solidaritas Independen Mahasiswa dan Pemuda Utilitarianisme (SIMPUL) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sukabumi, Kamis (7/5/2026).
Aksi bertajuk “Evaluasi Baznas Kabupaten Sukabumi” itu menjadi sorotan setelah massa mempertanyakan transparansi pengelolaan dana umat hingga progres pembangunan Rumah Sehat Baznas (RSB) Bebeza yang dinilai belum menunjukkan kepastian penyelesaian.
Dalam orasinya, Koordinator SIMPUL Sukabumi, Norman Irawan, menegaskan jika fasilitas kesehatan berbasis sosial tersebut seharusnya sudah bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas, bukan justru memunculkan polemik di tengah publik.
“Rumah Sehat Baznas ini mestinya menjadi fasilitas pelayanan untuk masyarakat kecil. Namun hingga saat ini progresnya belum jelas dan minim keterbukaan informasi,” tegas Norman.
Selain menyoroti proyek RSB Bebeza, mahasiswa juga mempertanyakan mekanisme penghimpunan zakat aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukabumi.
Massa meminta BAZNAS lebih terbuka terkait pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dihimpun dari dana masyarakat.
Menurut Norman, kritik yang disampaikan mahasiswa bukan bentuk penolakan terhadap zakat maupun lembaga keagamaan, melainkan dorongan agar pengelolaan dana umat dilakukan secara profesional, transparan, dan akuntabel.
“Kami ingin dana umat benar-benar dikelola secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik,” ujarnya.
Dikonfirmasi terpisah usai menghadapi langsung aksi tersebut, Ketua Baznas Kabupaten Sukabumi, DR. H. Unang Sudarma, kepada BERITAUSUKABUMI.COM menjelaskan semua pertanyaan atau tuntutan yang disampaikan massa SIMPUL.
Unang selaku pimpinan BAZNAS Kabupaten Sukabumi menyampaikan terima kasih kepada massa SIMPUL yang sudah memberikan saran dan kritik terhadap lembaga yang dipimpinnya.
Di mana penyampaian aspirasi ini merupakan pelecut agar kinerja BAZNAS Kabupaten Sukabumi kedepan lebih baik lagi.
Terkait tuntutan SIMPUL, salah satunya soal pembangunan Rumah Sehat Baznas Bebeza yang dinilai mangkrak. Unang menegaskan pembangunan masih terus berjalan dan progres fisiknya kini telah mencapai sekitar 60 persen.
“Pembangunan Rumah Sehat Baznas dilakukan secara swadaya dari dana ZIS masyarakat. Karena itu prosesnya sangat bergantung pada penghimpunan dana yang masuk,” jelas Unang.
Unang menerangkan, pembangunan fasilitas kesehatan tersebut juga didukung penghimpunan infak melalui kupon Rp5.000 yang dikumpulkan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) setiap Ramadan.
Dari total kebutuhan anggaran sebesar Rp14,2 miliar, lanjut Unang, hingga kini sekitar Rp7,5 miliar telah terserap untuk pembangunan Rumah Sehat Baznas Bebeza.
Baznas Kabupaten Sukabumi menargetkan pembangunan fasilitas kesehatan tersebut dapat rampung tahun ini dengan dukungan dan partisipasi masyarakat.
Unang juga memaparkan realisasi pendistribusian dana ZIS sepanjang tahun 2025. Tercatat sebanyak 3.475 penerima manfaat di bidang kesehatan, 242 penerima manfaat bidang pendidikan, 38.755 penerima manfaat bidang kemanusiaan, 326 penerima manfaat bidang ekonomi, serta 6.820 penerima manfaat pada bidang dakwah dan advokasi.
“Ya kami akan terus meningkatkan pola transparansi. Kami (Baznas Kabupaten Sukabumi) berencana mempublikasikan aktivitas pengelolaan dana umat melalui website resmi lembaga BAZNAS secara berkala agar lebih bisa diakses publik,”tandasnya.





