Ayep Zaki Minta Maaf Tidak Beri Izin Warga Muhamadiyah Solat Idul Fitri di Lapdek Sukabumi

Walikota Sukabumi, Ayep Zaki (sumber:az)

BERITAUSUKABUMI.COM-Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki menghadiri pelaksanaan Salat Idulfitri 1447 Hijriah warga Muhammadiyah di lingkungan Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI), Jumat (20/3/2026).

Ayep Zaki hadir bersama Wakil Wali Kota Bobby Maulana, Sekretaris Daerah Andang Tjahjandi, Ketua MUI K.H. Ahmad Nawawi, Wakil DPRD Rojab Asy’ari, anggota DPRD Bambang Herawanto, serta Ketua FKUB Ade Munhiar. Kegiatan dilanjutkan dengan halalbihalal bersama jamaah Muhammadiyah.

Dalam kesempatan tersebut, Ayep Zaki menyampaikan permohonan maaf terkait polemik penggunaan Lapang Merdeka yang sebelumnya tidak diizinkan untuk pelaksanaan Salat Idulfitri Muhammadiyah.

Bacaan Lainnya

“Secara pribadi, perbedaan ini tidak mengurangi rasa toleransi saya. Itulah mengapa saya datang langsung untuk menyapa dan mengucapkan selamat kepada warga Muhammadiyah,” ujarnya.

Ia menegaskan, pemerintah tetap memberikan ruang bagi seluruh umat beragama, termasuk Muhammadiyah, serta memastikan tidak ada sikap intoleransi dalam kebijakan yang diambil.

Ayep juga mengakui bahwa saat masa kampanye Pilkada, dirinya sempat menyampaikan janji akan membuka ruang penggunaan Lapang Merdeka. Namun, menurutnya, pernyataan tersebut disampaikan dalam kapasitas pribadi, bukan sebagai kepala daerah.

“Ketika itu saya belum melekat sebagai wali kota. Setelah dilantik, saya terikat oleh aturan perundang-undangan, sehingga keputusan pribadi tidak bisa menjadi keputusan konstitusional,” jelasnya.

Ia memaparkan, keputusan tidak mengizinkan penggunaan Lapang Merdeka didasarkan pada acuan pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Agama, yang menetapkan Idulfitri jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.

“Karena kita mengacu pada keputusan Menteri Agama, maka pelaksanaan di Lapang Merdeka harus menyesuaikan. Namun ini tidak mengurangi rasa toleransi saya,” tambahnya.

Ayep menilai polemik ini juga dipicu oleh miskomunikasi. Untuk itu, Pemkot Sukabumi berencana memperbaiki pola komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat ke depan.

“Kita akan kumpulkan ormas Islam, tokoh agama, dan pondok pesantren untuk membahas jika ke depan terjadi perbedaan waktu Idulfitri, agar ada solusi bersama,” tegasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *