Menu Tahu MBG Berjamur dan Berbau di Simpenan, Wali Murid Mengaku Kerap Diintimidasi

Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, disorot setelah wali murid mengunggah lauk tahu berjamur dan berbau tidak sedap. Keluhan disebut sudah berulang kali terjadi hingga orang tua meminta pemerintah dan BGN melakukan sidak dapur MBG.
Menu Lauk pauk berupa tahu kering Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur sebut di Kecamatan Simpenan yang tampak berjamur (sumber :iikmakisah)

BERITAUSUKABUMI.COM-Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan oleh salah satu pihak dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, kembali menuai keluhan.

Seorang wali murid penerima manfaat mengungkapkan kondisi menu MBG yang dinilai tidak layak konsumsi, mulai dari lauk berjamur, berbau tidak sedap, hingga sayuran berlendir.

Keluhan tersebut mencuat setelah akun Facebook Aweng Tea mengunggah foto menu MBG yang diterima anak sekolah.

Bacaan Lainnya

Dalam unggahan tersebut, terlihat lauk pauk berupa tahu kering yang tampak berjamur dan, menurut pengakuan wali murid, mengeluarkan aroma tidak sedap.

Dikonfirmasi BERITAUSUKABUMI.COM, pemilik akun Facebook Aweng Tea yang memiliki nama lengkap Iik Makisah membenarkan unggahan tersebut.

Iik menegaskan bahwa foto dan video yang dibagikan merupakan kondisi nyata menu MBG di SPPG atau dapur sebut di wilayahnya yakni SPPG Anugerah Ratu Alam 1 Desa Loji Kecamatan Simpenan.

“Iya benar, itu menu MBG di SPPG itu. Tahu tersebut sudah berjamur dan baunya juga agak menyengat,” ujar Iik saat dikonfirmasi, Rabu (28/1/2026).

Menurut Iik, permasalahan kualitas menu MBG sudah berulang kali terjadi. Ia menyebut, menu kerap disajikan secara asal-asalan tanpa memperhatikan kelayakan konsumsi.

“Udah sering seperti ini. Menunya asal-asalan saja. Kalau dikasih masukan, bukannya diterima, malah ibu-ibu wali murid diintimidasi,” ungkapnya.

Ia juga mengungkapkan, sebelum kasus tahu berjamur dan berbau ini viral, keluhan lain kerap muncul, seperti buah yang tidak segar, sayuran berlendir, serta menu yang sama disajikan berulang hari demi hari.

Kondisi tersebut membuat para wali murid khawatir terhadap kesehatan anak-anak mereka. Mereka menilai, jika tidak segera ditangani, makanan yang tidak layak konsumsi berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan hingga keracunan.

Atas dasar itu, para wali murid mendesak pemerintah daerah dan instansi terkait untuk segera melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke dapur penyedia MBG.

“Kami minta Bapak Bupati, Bapak Gubernur, Camat, Kepala Desa, sampai Badan Gizi Nasional (BGN) turun langsung sidak ke dapur Anugrah Ratu Alam 1 di Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi. Jangan sampai anak-anak kami keracunan,” tegas Iik.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengelola dapur MBG maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi. Redaksi BERITAUSUKABUMI.COM masih berupaya menghubungi pihak-pihak berwenang untuk mendapatkan klarifikasi dan tanggapan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *