BERITAUSUKABUMI.COM-Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, menegaskan bahwa penguatan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) menjadi kunci utama pembangunan berkelanjutan di Kota Sukabumi. Pernyataan itu disampaikan dalam pengajian rutin di Rumah Dinas Wali Kota, Jumat (12/9/2025).
Menurut Ayep Zaki, pengelolaan kekayaan daerah harus dilakukan secara bijaksana, profesional, serta berorientasi pada kesejahteraan rakyat.
Ayep Zaki mencontohkan kinerja PDAM yang kini semakin baik dengan tingkat kebocoran air yang menurun, sekaligus mencatat pertumbuhan Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara konsisten.
Selain sektor air bersih, Pemkot Sukabumi juga menjalankan program wakaf yang sudah memberi manfaat kepada 367 penerima. Di saat yang sama, pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terus digalakkan untuk menggerakkan ekonomi lokal.
Tidak hanya itu, pemerintah kota meluncurkan Program Penanganan Kemiskinan Ekstrem. Program ini diarahkan untuk membantu Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) dengan dukungan anggaran di luar APBD, sehingga lebih tepat sasaran dan berpihak pada warga yang membutuhkan.
Ayep Zaki optimistis, dengan sinergi seluruh elemen masyarakat, Kota Sukabumi dapat memperbaiki peringkat pembangunan di Jawa Barat.
“Dengan kerja sama semua pihak, kita yakin Sukabumi bisa melompat dari posisi ke-26 menuju kota yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera,” ujar Ayep Zaki.





