BERITAUSUKABUMI.COM-Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) mencatat lonjakan pembatalan pemesanan hotel maupun restoran di Jakarta serta sejumlah kota besar dalam beberapa hari terakhir. Fenomena ini terjadi buntut dari aksi demonstrasi yang berujung kericuhan.
Sekretaris Jenderal PHRI, Maulana Yusran, menjelaskan bahwa pembatalan tidak hanya terjadi pada agenda rapat atau pertemuan di hotel, melainkan juga pemesanan kamar oleh tamu.
“Bukan hanya wisatawan mancanegara, bahkan wisatawan domestik kini memilih untuk tidak melakukan aktivitas di luar rumah. Jadi, selain pembatalan rapat atau meeting, kegiatan lain seperti resepsi pernikahan atau acara di ballroom hotel juga ikut terdampak,” ujar Yusran melalui sambungan telepon, Minggu (31/8).
Yusran menambahkan, hingga saat ini PHRI belum memiliki data pasti mengenai nilai kerugian akibat pembatalan tersebut. Namun, ia memperkirakan kondisi ini masih akan terus berlanjut, khususnya di wilayah yang demonstrasinya berlangsung cukup besar.
“Pembatalan kemungkinan masih akan terjadi, terutama di daerah-daerah dengan aksi yang cukup radikal, seperti Jakarta, Jawa Tengah, hingga Surabaya,” ungkapnya.
Terkait imbauan untuk menutup sementara hotel atau restoran, Yusran menegaskan bahwa keputusan tersebut dikembalikan pada masing-masing pelaku usaha sesuai dengan situasi di daerahnya.
Selain kerugian secara langsung, Yusran juga menyoroti dampak lebih luas dari kondisi ini, yakni munculnya travel warning dari beberapa negara kepada warganya untuk tidak bepergian ke Indonesia, terutama ke Jakarta.
“Travel warning ini menjadi kabar buruk bagi industri pariwisata, karena menurunkan minat wisatawan untuk datang. Situasi ini jelas tidak menguntungkan sektor pariwisata nasional,” tegasnya.
SUMBER : KUMPARAN





