BERITAUSUKABUMICOM-Aksi unjuk rasa menentang dugaan pungutan liar di PT Glostar Indonesia (GSI) Sukalarang, Kabupaten Sukabumi, berakhir ricuh.
Bentrokan fisik pecah antara massa aksi dan sekelompok warga sekitar lokasi pabrik pada Kamis siang (8/5), menyebabkan satu unit kendaraan mengalami kerusakan.
Kericuhan terjadi sekitar pukul 13.43 WIB di depan gerbang utama PT GSI. Puluhan demonstran yang baru tiba di lokasi langsung diadang kelompok warga yang menolak kehadiran aksi tersebut. Ketegangan memuncak, berujung saling dorong dan baku pukul antarkedua pihak.
“Saya dan rekan-rekan hanya ingin menyuarakan penolakan terhadap praktik pungli di lingkungan kerja. Tapi belum sempat menyampaikan aspirasi, kami sudah dihadang dan terjadi keributan,” ujar Rian (28), salah satu peserta aksi.
Di sisi lain, warga yang menghadang mengklaim kehadiran massa membuat keresahan.
“Kami menolak kerusuhan di lingkungan kami. Aksi ini mengganggu ketertiban,” kata Rudi (35), warga yang terlibat dalam penghadangan.
Polisi dari Polsek Sukalarang yang tiba di lokasi segera mengamankan situasi dan memisahkan kedua kelompok. Kapolsek Sukalarang, Iptu Hendra Suryana, menyatakan bahwa pihaknya tengah mendalami insiden tersebut.
“Kami telah melerai kedua belah pihak dan mengimbau agar penyampaian aspirasi dilakukan secara tertib dan damai,” tegas Hendra.
Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen PT GSI belum memberikan pernyataan resmi terkait unjuk rasa maupun bentrokan yang terjadi.





