Koordinator SPPG Harus Rajin Monitoring, Pemkab Sukabumi Evaluasi Pelaksanaan Makan Bergizi Gratis

Pemerintah Kabupaten Sukabumi terus mendorong percepatan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekaligus memperkuat perekonomian lokal. Dipimpin Sekda H. Ade Suryaman, rapat evaluasi MBG menekankan pentingnya kolaborasi antar dinas, pelibatan petani lokal, dan optimalisasi peran Perumda Agro dalam penyediaan bahan baku. Program ini bukan sekadar soal makanan bergizi, tapi juga jalan menuju kesejahteraan petani dan ketahanan pangan daerah.
Rapat evaluasi dan percepatan program MBG di Pendopo Sukabumi.

BERITAUSUKABUMI.COM-Pemerintah Kabupaten Sukabumi terus menggenjot pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) demi peningkatan kualitas gizi masyarakat.

Pada Jumat (8/08/2025), Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman,  memimpin langsung rapat evaluasi dan percepatan program strategis ini yang digelar di Pendopo Sukabumi.

Rapat tersebut melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari perwakilan dinas terkait, pihak sekolah, hingga penyedia layanan katering.

Fokus utama pertemuan ini adalah mengevaluasi capaian target Program MBG yang saat ini telah menjangkau 266 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh wilayah Kabupaten Sukabumi.

Ade Suryaman menegaskan bahwa MBG tidak hanya sekadar program pemberian makanan bergizi, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi lokal.

“Program ini bisa menjadi kekuatan ekonomi jika kita mampu melibatkan berbagai pihak secara sinergis, termasuk petani lokal dan Perumda Agro milik Pemkab Sukabumi,” ujarnya.

Ade Suryaman juga mendorong optimalisasi koordinasi lintas sektor, khususnya dalam memastikan ketersediaan dan kelancaran suplai bahan baku.

Menurutnya, kolaborasi antara koordinator MBG, perangkat daerah, dan BUMD seperti Perumda Agro dapat memastikan bahan pangan tersedia dengan harga terjangkau dan kualitas terbaik.

“Jika ini dikelola secara serius, kita bisa mendapat bahan pokok dengan harga yang kompetitif. Libatkan juga petani lokal agar mereka ikut sejahtera dan program ini berjalan stabil,” tegas Ade Suryaman.

Dalam kesempatan tersebut, Ade Suryaman meminta kepada dinas teknis untuk memberikan ruang kepada para petani di Kabupaten Sukabumi agar berperan aktif dalam penyediaan kebutuhan bahan pangan MBG.

Langkah ini diyakini tidak hanya memperkuat ketahanan pangan daerah, tetapi juga meningkatkan taraf hidup petani.

Selain itu, Sekda juga menginstruksikan kepada Koordinator SPPG Kabupaten Sukabumi untuk rutin atau rajin ke lapangan guna menyampaikan laporan perkembangan program secara berkala.

Monitoring dan evaluasi dinilai penting agar pelaksanaan MBG dapat berjalan sesuai target dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *