BERITAUSUKABUMI.COM- Ledakan hebat mengguncang Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, pada Senin pagi (12/5/2025) sekitar pukul 09.30 WIB.
Insiden terjadi saat berlangsungnya kegiatan pemusnahan amunisi tidak layak pakai oleh TNI.
Akibat ledakan itu, 11 orang dilaporkan meninggal dunia di tempat, termasuk dua anggota militer dan sembilan warga sipil.
Berdasarkan laporan dari Unit Intelijen Kodim 0611/Garut, berikut adalah identitas korban yang berhasil diidentifikasi:
Kolonel Cpl Antonius Hermawan, ST., MM. Mayor Cpl Anda Rohanda, Agus bin Kasmin, Ipan bin Obur
Anwar bin InonI, yus Ibing bin InonI, yus Rizal bin Saepuloh, Toto, Dadang, Rustiawan, Endang
Seluruh korban telah dievakuasi ke RSUD Pameungpeuk untuk proses identifikasi dan pemulasaraan.
Komandan Kodim 0611/Garut, Letkol Inf Suharto, dalam pernyataan resminya menyampaikan duka cita mendalam atas insiden tersebut.
“Kami sangat berduka atas jatuhnya korban jiwa. Saat ini kami telah mengamankan lokasi dan bekerja sama dengan pihak berwenang untuk memastikan keselamatan warga serta menyelidiki penyebab utama ledakan,” ujar Letkol Suharto.
Ia menambahkan kegiatan pemusnahan amunisi telah dilakukan sesuai prosedur standar, namun dugaan sementara mengarah pada ledakan tak terkontrol akibat reaksi kimia dari sisa amunisi yang tidak terprediksi.
Warga setempat, Dede (42), yang rumahnya berjarak sekitar 500 meter dari lokasi, mengaku sempat panik saat mendengar suara ledakan.
“Suara ledakannya keras sekali, kaca rumah saya sampai bergetar. Kami kira gempa atau tabrakan besar. Tak lama kemudian, terdengar sirene dan mobil ambulans datang,” ujarnya.
Warga kini diimbau untuk tidak mendekati lokasi hingga penyisiran selesai dilakukan oleh tim penjinak bom dan aparat keamanan.
Pihak TNI memastikan bahwa laporan investigasi lengkap dan kronologi rinci insiden akan diumumkan dalam waktu dekat. Hingga kini, situasi di lokasi dinyatakan aman dan terkendali.





