Data Sementara BNPB Sembilan Warga Tewas di Bencana Sukabumi

BERITAUSUKABUMI.COM-Bencana banjir dan longsor yang menerjang Kabupaten Sukabumi pada Kamis 6 Maret 2025 menelan sembilan korban jiwa.

Data terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sembilan korban meninggal dunia.

Kepala BNPB Mayjen TNI Suharyanto menyatakan bahwa tim gabungan dari Basarnas TNI Polri dan relawan terus melakukan pencarian terhadap korban yang masih hilang.

Bacaan Lainnya

“Kami masih melakukan pencarian di beberapa titik terdampak. Prioritas saat ini adalah menemukan korban yang belum ditemukan,” ujarnya kepada wartawan.

Selain korban jiwa banjir juga merusak infrastruktur termasuk satu jembatan utama di Cidadap yang saat ini dalam tahap perbaikan.

Sebagai solusi sementara pemerintah akan memasang jembatan Bailey sementara pembangunan kembali jembatan permanen ditargetkan selesai setelah Hari Raya.

Di Palabuhanratu sekitar 200 rumah warga mengalami kerusakan mulai dari ringan hingga berat.

Pemerintah Kabupaten Sukabumi bersama BNPB TNI dan Polri telah melakukan pendataan serta pembersihan material rumah yang terdampak.

Rumah yang rusak ringan akan mendapatkan bantuan Rp15 juta rusak sedang Rp30 juta dan rumah rusak berat akan dibangun kembali jelas Suharyanto.

“Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika BMKG memprediksi hujan ekstrem masih berpotensi terjadi pada 10 hingga 20 Maret.

Untuk mengurangi dampak bencana pemerintah telah menyiapkan operasi modifikasi cuaca atau OMC.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan daerah agar curah hujan tinggi tidak menyebabkan banjir lebih besar,” tambahnya.

Terkait relokasi warga di bantaran sungai BNPB menegaskan kesiapannya membangun hunian baru bagi masyarakat yang bersedia direlokasi.

“Namun keputusan akhir tetap di tangan warga. Pemerintah Kabupaten Sukabumi akan terus melakukan sosialisasi agar masyarakat memahami pentingnya relokasi demi keselamatan mereka,”kata Suharyanto.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *