Bentuk Tim 10 Kawal Pajak Daerah, Ayep Zaki Targetkan PAD Rp650 Miliar di 2026

Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki menargetkan PAD 2026 mencapai Rp650 miliar dengan membentuk Tim 10 dan mengoptimalkan sektor pajak potensial.
Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki

BERITAUSUKABUMI.COM-Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, menegaskan komitmen Pemerintah Kota Sukabumi untuk terus mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai fondasi utama dalam mewujudkan kemandirian fiskal daerah.

Meski target PAD yang ditetapkan dalam rapat paripurna DPRD sebesar Rp535 miliar, Ayep Zaki mendorong seluruh jajaran pemerintah daerah bekerja lebih keras agar realisasi PAD pada tahun 2026 dapat mencapai Rp650 miliar.

“PAD adalah kunci kemandirian daerah. Kita tidak boleh hanya puas dengan target paripurna. Saya mendorong seluruh perangkat daerah untuk berani bekerja ekstra agar PAD Kota Sukabumi bisa tembus Rp650 miliar pada 2026,” ujar Ayep Zaki, Rabu (7/1/2026)

Bacaan Lainnya

Untuk mengawal upaya tersebut, Pemerintah Kota Sukabumi membentuk Tim 10, yang melibatkan seluruh kepala perangkat daerah.

Tim ini bertugas mengawasi dan menjalankan secara langsung strategi peningkatan PAD, khususnya dari sektor-sektor potensial seperti perhotelan, rumah makan, serta wajib pajak besar.

Ayep Zaki menekankan bahwa pendekatan yang dilakukan tidak semata-mata bersifat penertiban, tetapi juga mengedepankan pembinaan dan penguatan sistem perpajakan daerah agar kepatuhan wajib pajak berjalan sesuai aturan yang berlaku.

“Kami tidak ingin hanya mengejar angka. Yang lebih penting adalah membangun sistem yang adil dan transparan, sehingga kepatuhan tumbuh secara berkelanjutan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ayep Zaki menyampaikan bahwa optimalisasi PAD merupakan bagian dari kehadiran negara dalam melindungi dan menyejahterakan masyarakat.

Dengan PAD yang kuat, pemerintah daerah memiliki ruang fiskal yang lebih luas untuk meningkatkan pelayanan publik, sekaligus memberikan perlindungan yang lebih maksimal kepada masyarakat, khususnya kelompok rentan.

“PAD yang kuat berarti pelayanan publik yang lebih baik. Negara harus hadir untuk melindungi dan menyejahterakan warganya,” katanya.

Ia menegaskan, peningkatan PAD bukan sekadar agenda pemerintah, melainkan ikhtiar bersama antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat untuk mewujudkan Kota Sukabumi yang mandiri, adil, dan sejahtera.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *