BERITAUSUKABUMI.COM-Sebuah video yang memperlihatkan warga menggotong orang sakit melewati jalan desa berbatu di Kampung Cibening, Desa Bantargadung, Kecamatan Bantargadung, viral di media sosial dan memantik perhatian publik.
Dalam rekaman tersebut, sejumlah warga terlihat bergotong royong membawa seorang pasien menggunakan tandu sederhana menyusuri jalan terjal dan dipenuhi bebatuan.
Kondisi jalan yang rusak parah membuat kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas.
Warga setempat menyebut, kondisi ini bukan hal baru. Setiap kali ada warga yang sakit, bahkan meninggal dunia, proses evakuasi maupun pengantaran jenazah harus dilakukan dengan cara dipikul secara manual karena akses jalan yang belum layak.
“Kalau ada yang sakit, terpaksa digotong. Motor saja sulit lewat,” ujar salah seorang warga dalam video tersebut.
Berdasarkan keterangan pihak kecamatan, ruas jalan yang mengalami kerusakan tersebut merupakan jalan desa dengan panjang sekitar 2,2 kilometer. Hingga kini, sebagian besar jalur itu belum tersentuh pengaspalan.
Baru sekitar 300 meter jalan yang sudah diperbaiki melalui program pemerintah daerah pada tahun anggaran sebelumnya. Namun, sisa ruas jalan masih berupa batu dan tanah yang licin saat hujan serta berdebu saat kemarau.
Kondisi ini berdampak langsung pada akses layanan dasar masyarakat, terutama layanan kesehatan. Warga berharap pemerintah daerah dapat memprioritaskan perbaikan infrastruktur jalan demi keselamatan dan kenyamanan bersama.
Dalam musyawarah desa sebelumnya, sempat dibahas penggunaan sisa anggaran desa untuk perbaikan jembatan yang rusak akibat hujan deras.
Namun masyarakat mengusulkan agar dana tersebut difokuskan pada pengaspalan jalan utama desa yang dinilai lebih mendesak.
Peristiwa ini kembali menjadi gambaran nyata pentingnya pembangunan infrastruktur merata hingga pelosok desa. Jalan bukan hanya sarana mobilitas, tetapi juga akses utama menuju pendidikan, ekonomi, dan terutama layanan kesehatan.





