BERITAUSUKABUMI.COM -Tragedi pilu kematian Raya (3 tahun), balita asal Desa Cianaga Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, yang ditemukan dalam kondisi tubuh dipenuhi cacing, menyentak nurani publik.
Peristiwa memilukan ini mendapat perhatian luas, termasuk dari Yayasan Rumah Teduh Sahabat Iin yang selama ini ikut konsisten mendampingi dan membantu Raya dan keluarganya.
Yayasan Rumah Teduh sendiri didirikan oleh Iraningsih Achsien atau Iin Achsien. Di mana awalnya Iin Achsien hanyalah seorang relawan yang sering berinteraksi dengan pasien miskin.
Dari interaksi tersebut, Iin Achsien tersentuh oleh kenyataan bahwa sakit bagi orang tidak mampu adalah penderitaan berlapis, dari biaya mahal, keluarga terbengkalai, hingga ekonomi lumpuh.
“Orang kaya sakit saja sulit, apalagi orang miskin. Kadang yang sakit adalah tulang punggung keluarga, sehingga semua ikut terdampak,” ujar Iin seperti disalin BERITAUSUKABUMI.COM dari NOVA.ID.
Dengan tekad kuat, sejak 2011 Iin mulai mendampingi pasien secara mandiri, dari mengantar ke rumah sakit hingga mengurus kebutuhan sehari-hari.
Berkat dukungan banyak donatur, Iin Achsien akhirnya bisa menyewa rumah singgah pertama di Bandung, sebelum meresmikan Rumah Teduh Sahabat Iin sebagai yayasan pada 2015.
Kini, Rumah Teduh telah memiliki 20 rumah singgah yang tersebar di Bandung, Jakarta, Malang, dan Sukabumi, menjadi tumpuan harapan bagi ribuan pasien kurang mampu.
Di Sukabumi, Rumah Teduh yang dipimpin langsung Iin Achsien, berlokasi di Jalan Aminta Azmali, Kota Sukabumi, dekat RSUD R. Syamsudin SH (Bunut).
Dengan posisi strategis ini, pasien dan keluarga bisa lebih mudah mengakses layanan kesehatan tanpa harus dibebani biaya tambahan.
Rumah Teduh Sukabumi menyediakan 11 tempat tidur yang dapat digunakan baik oleh pasien maupun keluarga penunggu.
Kata Iin Achsien Rumah Teduh merupakan rumah singgah yang dikhususkan bagi pasien dan keluarga dari kalangan kurang mampu, terutama mereka yang menjalani pengobatan rujukan ke kota besar atau luar daerah.
Seluruh layanan diberikan gratis, termasuk bagi pasien pengguna BPJS maupun pasien dengan penyakit yang tidak tercakup program BPJS.
“Kalau ada pasien rujukan ke rumah sakit besar seperti RSHS Bandung, mereka bisa tinggal di Rumah Teduh terdekat. Semua fasilitas disediakan tanpa biaya, agar pasien fokus menjalani pengobatan,” ujar Iin Achsien.
Di Bandung sendiri, terdapat 11 Rumah Teduh dengan kapasitas hingga 200 tempat tidur. Biaya operasional seluruhnya ditopang dari donasi masyarakat dan para dermawan.
Kontak Rumah Teduh Sahabat Iin
- Instagram: @rumah_teduh_sahabat_iin
- Bandung: 0818 219 999
- Jakarta: 0811 1111 3980
- Malang: 0811 1111 3982
- Sukabumi: 0811 1111 1072





